Tampilkan postingan dengan label Cerita Dewasa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerita Dewasa. Tampilkan semua postingan

Rabu, 06 Januari 2016

Lugunya Suamiku

Re: ijin copas
Originally Posted by watta :
sorry banget... lama udah gak buka 64.237.43.94 jd gak tau ada pesan masuk...iya boleh aja silahkan...jadiin cerbung jg ga papa aku jg niatnya mau nerusin nih cerita....soalnya banyak yg minta...sekali lagi sorry ya.....
Aku Sintia. Setelah lulus kuliah aku langsung bekerja di salah satu perusahaan swasta terkemuka di jakarta. Belon lama aku lulus dan bekerja, kedua orang tuaku yang sudah berusia senja menyuruhku menikah dengan salah putra kerabat jauh mereka. aku menuruti saja kemauan kedua orang tuaku, walaupun sekarang sudah gak jamannya lagi menerapkan pernikahan ala Siti Nurbaya dan Datuk Maringgih, aku langsung nikah tanpa pacaran sebelumnya.

Lelaki itu (untuk selanjutnya aku sebut ja abang) lebih tua dari aku. resepsi pernikahan kami berjalan lancar. Malam pertama lewat begitu aja. Gak da tu gulat smekdon yang menggebu2. Kami langsung tertidur karena ternyata menjalani resepsi tu sangat melelahkan, walaupun cuma senyum dan salaman.

Ketika paginya aku bangun, dia gak da disebelahku, aku memang bobo duluan semalem. aku keluar dari kamar untuk membuat secangkir kopi di dapur, dia lagi baca koran. Setelah minum kopi dan mandi, aku segera beberes untuk siap2 kekantor. Aku memang gak bisa cuti walaupun baru nikah. Bosku minta dengan sangat aku menunda cuti nikah karena ada proyek besar yang harus selesai dalam waktu dekat ini, dan porsi kerjaan yang menjadi bagianku penting sekali untuk keberhasilan proyek ini. Walaupun kesal ya aku iya aja. “Sintia ke kantor ya bang, pulangnya mungkin malem, nguber dead line proyek” ujarku sambil mengenakan sepatu di ruang tengah. "Iya", jawabnya singkat, gak yau apa yang ada dibenaknya, kok malem pertamaku bisa lewat bgitu aja tanpa nyolek2 aku, istrinya yang baru ja dinikahinya. Masa bodoh ah, aku juga terpaksa nikah ma dia untuk menyenangkan kedua ortu aja. Dia gak mo nyentuh aku ya no problemo juga, mantan2 pacarku diluar banyak yang bersedia menyentuh aku begitu aku kasi signal hihi.

Di kantor rame sekali, temen2 kerjaku yang prempuan cipika cipiki dengan aku sambil menggodaku betapa nikmatnya malem pertama, aku cuma senyum2 ja, gak tau ja semalem aku bobo ja ampe pagi, gak da yang nyolek2. Yang lelaki menyalami aku saja, kelihatan sekali kalo mereka kecewa dengan keputusanku untuk menikah, artinya gak bisa dugem lagi bareng mereka lagi. Malemnya, aku pulang dengan segudang rasa lelah akibat kerja rodi di kantor, itu juga blon slesai kerjaanku. Bos nyuru aku pulang duluan walau tim yang laen masi trus menggeluti kerjaannya masing2, toleransi buat pengantin anyar kata bos, dan disambut dengan gemuruh ketawaan dari seluruh tim ketika aku pamit duluan. Setibanya di rumah dia blon pulang, padahal dah malem banget. aku hanya merebahkan badanku yang capek di ranjang tanpa melepas pakean kerjaku. tiba tiba, “udah pulang kamu?” tanyanya sambil masuk ke kamar. “sorry bang, tadi Sintia nggak sempet masak, kita pesen makanan delivery aja yah” jawabku. Kami menyantap makan malam kami setelah pesenannya dateng.

Dibandingkan temen2 prempuan dikantor, dan juga pengakuan temen2 lelakiku, aku termasuk wanita yang cantik, menawan serta sexy. Selain itu aku orang yang mudah mencairkan suasana dan nyambung jika diajak bercerita, makanya aku binun banget ngeliat kelakuan suamiku itu, gak tau lugu pa jutek, ampe aku juga gak tau mo ngomong apa ma dia. Walaupun dijodohkan tapi namanya malem pertama gak ngapa2in aneh juga untukku, mana ada kucing yang nolak ikan asin hihi.

Setelah mandi dia nonton tv, karena gak da acara yang menarik menurutnya, dia duduk di meja kerjanya meneruskan pekerjaan kantor yang dibawanya pulang. Dah jam 23.30, aku dah ngantuk nungguin movenya, tapi kayanya ni malem bakal lewat lagi bgitu aja. aku menghampirinya, "Blon slesai kerjanya bang". "Blon", jawabnya singkat, tanpa memandang wajahku yang berdiri disamping meja kerjanya. “ya udah, kalo gitu Sintia tidur duluan yah”, jawabku dengan tetep senyum manis walaupun bete banget.

Malam itu rupanya sofa menjadi tepat tidurnya karena keesokan harinya aku bangun dan dia gak diranjang. Kukira dia olahraga ato apa, ketika aku keluar kamar ternyata dia sedang tidur di sofa. Rupanya malem kmaren dia juga bobo di sofa, aneh banget, takut aku makan kali ya, padahal aku dah jinak banget, dimakan si enggak - paling diemut2 hihi. Aku segera membuatkan secangkir kopi untuknya dan kembali ke sofa dimana dia tidur.

"Bang, kok nggak tidur di kamar? Entar masuk angin loh, mending kan masuk ke Sintia”, kataku melihat dia menggeliat terbangun karena suara sandalku memecah keheningan pagi itu.“nggak apa-apa kok, takut ngeganggu kamu yang dah bobo duluan”, jawabnya sambil mengusap , guyonanku gak dapet respon papa. “Sintia buatin kopi ni”. “nggak, nggak usah aku bisa buat sendiri kok” jawabnya. “udah, nih...” ujarku sambil menyodorkan secangkir kopi kepadanya, buset dah juteknya, bukannya trima kasi dah dibikinin kopi ma istrinya. setelah itu aku sengaja duduk mepet disampingnya, sangat dekat hingga paha kami berdua bersentuhan. Pagi itu seperti biasa aku menggunakan celpen dan kaos oblong yang kebesaran (ni seragam rumahku).

“nggak ngantor?” tanyanya. aku sengaja menaruh tanganku di pahanya, dan menatapnya. “jam sembilan lewat dikit baru aku berangkat, abang?” tanyaku balik. “sama, aku juga, kita berangkat bareng mau nggak?” “Siap komandan,” jawabku sambil tertawa, lumayan gunung es mulai merespons signalku. Waktu sebelum berangkat ke kantor itu kami gunakan untuk bercanda dan saling mengenal lebih dekat lagi. Hari itu terasa sangat singkat, tugas-tugas di kantor terasa lebih ringan mungkin karena suasana hatiku yang sedang senang.

Sepulang kantor dia menjemputku di kantor, sambil bergandengan tangan kami menuju mobil lalu meluncur ke sebuah rumah makan yang bersuasana romantis. Sampai di rumah makan itu lalu kami memesan makan dan minum. Sambil menunggu kami , aku mencoba membuka pembicaraan, "Bang, Sintia seneng deh abang ajak makan, ni kan resepsi khusus buat kita berdua ja ya bang". Kemudian aku banyak cerita tentang kerjaan di kantor, problema yang aku hadapi di kantor, dia hanya menjadi pendengar yang baek tanpa mengomentari apa2 critaku.

Kemudian makanan sudah dihidangkan oleh waiter dan selanjutnya kami makan dan aku selingi dengan menyuapinya. Dia merespons dengan menyuapi aku juga. Kami memang duduk bersebelahan, dah aku atur gitu. pembicaraan terhenti karena mulut masing2 sibuk mengunyah makanan yang dihidangkan. Setelah makan kami pun pulang. Gak banyak pembicaraan yang kami lakukan, aku dah mulai ngantuk, kekenyangan - penyakit orang kaya, kalo bis makan trus ngantuk. Maklum, kata ahli kesehatan seabis makan darah banyak mengalir ke perut untuk mengolah makanan yang masuk, mata gak kebagian darah sehingga akhirnya makin menyipit kerna ngantuk. Tapi lumayanlah, gunung es lebih mencair dibandingkan semalem.

Sesampainya di rumah, dia mandi duluan dan langsung menonton tv. Jam 21.00, aku baru slesai mandi, aku hanya mengenakan celpen tanpa atasan. Aku sedang mencari baju kaos gombrong dilemari. Tiba2 pintu terbuka, refleks langsung dia menutup pintu sembari meminta maaf. Aku yakin, walaupun beberapa detik tadi dia pasti melihat kedua toketku yang lumayan besar dan masi kencang banget, “Sin, sorry aku mau ngambil bantal, aku nggak ngintip kok” ujarnya dari luar kamar. Walaupun jengkel tapi aku jadi geli sendiri melihat kelakuan bodoh seorang lelaki yang judulnya suamiku itu. Apa impoten kali ya dia, sampe gak tergiur sama sekali melihat toketku tadi. Kukira gunung esnya makin cair karena sejak tadi pagi dia nampak lebi ceria, gak taunya.... “nggak apa-apa masuk aja....” teriakku dari dalam kamar. Dengan menggunakan tangan kiri, dia menutup matanya sedangkan tangan kanannya meraba-raba permukaan tempat tidur untuk mencari bantal. “udah, gak usah nutupin mata, ntar kesandung2 lagi,” kataku sambil mencolek pinggangnya. “Sorry, aku bukan mau ngintip tadi, aku bener-bener nggak sengaja”, katanya lagi. “nyantai aja lagi, Sintia yang di intip kok abang yang panik”, balasku sambil tertawa, “eh, nggak pegel apa tidur di sofa? Enakan tidur di sini bareng Sintia,” sambungku sambil menepuk tempat tidur. “udah, cepetan tvnya di matiin dulu”, lanjutku sambil sedikit mendorongnya. Lumayan gunung es nurut juga ma aku, selangkah lebi maju lagi.

Setelah tv dimatikan, dia kembali ke kamar. Di kamar aku dah berada di atas tempat tidur, "bobo sini bang,” kataku sambil membetulkan posisi bantal yang berada di sampingku. Dia merebahkan tubuhnya tepat disampingku dan langsung memejamkan matanya. "Abang masih punya pacar yah waktu kita nikah” dia membuka matanya pelan-pelan, menatap wajahku yang sangat dekat dengan wajahnya, karena posisi tubuhku yang menindih sebagian tubuhnya. “nggak, emang napa?” tanyanya balik. “penasaran aja, abisnya abang dingin banget...serem tau” jawabku sambil tersenyum. “aku cuman kaget aja, keadaan berubah drastis banget” jawabnya. “ohh... Sintia kira abang jeruk makan jeruk.” “aku masi normal kali” jawabnya, tanganku perlahan mulai memeluk perutnya, "abisnya.....” aku cekikikan ja. Sepertinya signal yang aku berikan gak sia2 sama sekali walaupun belum membuahkan hasil. ternyata ada juga lelaki macam ini didunia.

Karena tidak bisa lagi menahan kantuk akhirnya kami berdua tertidur sampai pagi, hanya tertidur tanpa melakukan sesuatu. Keesokan harinya aku bangun terlebih dahulu, sepanjang malam aku memeluknya dan tertidur dengan posisi setengah tubuhku menindih tubuhnya, aku gak meriksa ada yang tegang gak diselangkangannya. Aku nyesel gak mriksa, kalo tegang artinya dia masi normal seperti yang diucapkannya. “bang, bangun...nggak ngantor?” tanyaku sambil menjepit hidungnya. Dia menggeliat dan bangun sambil mengucek-ngucek mata.

pagi itu, di kantor aku memberi perhatian lebih padanya dan terus saja mengirimkan sms yang menanyakan kegiatannya dan lain-lain. Aku terus saja mengirimkan signal2 kepadanya dan kayanya response nya positif.

Malemnya aku sampe duluan dirumah. Hari ini hari Jumat, besok kami berdua libur, aku menyiapkan strategiku untuk mendorong dia mau mengemeliku. aku dah nyiapin makan malem buat dia. aku mengenakan kaos berlambang MU dengan celpen, karena kegedean bajunya aku atur hingga bahu sebelah kananku terlihat keluar dari leher baju. Dia bengong melihat aku pake baju kaya gitu. "Kenapa kok abang bengong?" tanyaku. “tu kan kaos aku,” katanya. “iya, emang istri nggak boleh pake baju suaminya?” tanyaku balik. "bole aja sih, eh tapi kamu cantik loh kayak gitu. Aku sampe terpana ngeliatnya” katanya. "bisa merayu juga toh abang. Kalo cantik mah Sintia dari kecil bang, abang baru nyadar ya kalo istri abang cantik", aku menggodanya. “udah makan dulu sana....keburu dingin,” kataku lagi. "Masakanmu enak Sin". "Tu kan selain cantik, istri abang koki yang baek juga ya". Dia senyum2 ja mendengar ocehanku.

Sehabis makan, dia nyamperin aku, aku lagi nonton film di tv. “duduk sini bang, deket Sintia”. perlahan dia duduk disampingku. Aku langsung menarik tangannya dan menggengam jemarinya erat-erat. Dia menyandarkan tubuhnya di sofa, aku langsung menyandarkan kepalaku di bahunya. Dia menaikan tangannya sedikit agar aku bisa meletakkan kepalaku di dadanya, tanganku menyusuri pinggangnya lalu kupeluk.

“Sin, kalo mau minta tolong, atau mau ngomong sesuatu, kasih tahu aja, aku siap bantu kok” katanya untuk memecah suasana. “abang masih belum nerima kenyataan kalo kita udah nikah ya?” jawabku pelan. “sekarang udah nggak, abis kamu baik, cantik lagi.” “ih gombal,.” jawabku sambil mencubit pinggangnya. “kalo Sintia sih pasrah aja, orang tuaku mau nyuruh apa juga, yang penting pekerjaan Sintia nggak keganggu. Sintia mau minta sesuatu sama abang, bole gak”. “minta apa?” “ehm, gimana ngomongnya ya,” jawabku. “udah, bilang aja, nggak usah malu” “beneran nih, gak papa?”tanyaku lagi. “iya, beneran, trus apa?” “boleh minta cium nggak?” “ooh..” langsung dia mencium pipiku. "iiihh...bukan di situ, tapi di sini” kataku sambil menunjuk bibir.

Dia tidak meresponse, padahal signal yang kuberikan dah kuat banget. “abang nggak mau ya, nggak apa-apa deh kalo gitu” kataku dengan nada sedikit kecewa. “nggak, aku cuma..” “Cuma apa bang?” kataku karena dia diam sejenak. “belum pernah ciuman” jawabnya malu-malu, mukanya memerah. “astaga, jadi kalo kita ciuman, itu first kiss abang dong?” aku mengangkat wajahnya yang tertunduk malu. “Sintia prempuan pertama yang abang cium di bibir ya?” kataku lagi, “Sintia ajarain dulu ya, terus nanti kalo udah bisa, abang bales.”

Segera kucium bibirnya. mula2 hanya nempelin bibir, kemudian aku mulai memagut bibirnya dan mulai menjulurkan lidahku kedalam mulutnya. "dibales dong” kataku di sela-sela seranganku ke bibirnya. Alhamdulilah, dia membalas ciumanku dengan cara yang sama seperti yang kuajarkan. "mmhhh” lenguhku. Setelah beberapa menit, kulepaskan ciumanku. aku tertawa lepas sambil memandangnya, “nah, bibir abang udah nggak perjaka lagi.” kataku sambil menepuk dadaku. “hebat juga kamu ya, master banget deh kayaknya, ngasi kursus juga ya?” “ya nggak lah, Sintia juga baru pertama kali praktek nih, tau dari baca buku ama liat film bokep, ternyata rasanya dahsyat yah” jawabku.

“jadi bibir kamu sekarang juga udah nggak perawan nih,” candanya. "apa lagi yang masih perawan?” "ya semuanya lah” jawabku. “mau dong nyobain” "sok atuh, silahken...,” jawabku sambil menarik tangannya mendekati tubuhku. “aku becanda kok” “beneran juga nggak apa-apa. nanggung kan rasanya kalo cuman gitu-gitu aja” lanjutku memancing. “terus maunya gimana?” “nggak ngerti-ngerti juga?” jawabku, kok ada ya didunia ini lelaki yang selugu itu, gak tau deh kalo dia cuma pura2 lugu. “ngomongnya langsung aja, nggak usah berbelit-belit, bingung aku” "Sintia mau diemelin ma abang” jawabku to the point sambil menarik bajunya.

“yah...nggak tau harus gimana duluan” jawabnya. “kan ada film Bokep, liat dari situ aja bisa kan?” “aku coba deh.” Aku segera berjalan menuju kamar tidur kami dan kembali membawa kotak kecil yang isinya adalah kumpulan DVD film-film porno dari jepang, asean, gak da bule maen ma bule, aku gak demen si liatnya, kalo bule maen ma asean pa jepang baru asik diliatnya. “lengkap banget,..hobby nonton ginian yah?” tanyanya sambil melihat-lihat dvdnya. “eh, ini punya temen kantor lagi, nonton sih sering tapi kalo punya koleksi sebanyak ini....enggak deh”, jawabku.

“aku kira kamu hyper “ katanya bercanda. "eh hyper juga asik tau, bisa siap setiap saat” jawabku sambil tertawa dan terus mencari bokep yang menurutku sangat bagus. “nah ini dia akhirnya ketemu.” kataku sambil merapihkan dvd lain yang berantakan di atas sofa. “nontonnya di kamar aja, supaya kalau capek bisa langsung tidur”. “emangnya kita mau nyangkul? kok capek?” tanyaku bercanda. Adegan pertama ciuman, dia duduk diatas tempat tidur dan aku duduk di pangkuannya. “itu namanya foreplay bang", kataku.

Mulailah aku memagut bibirnya, selama beberapa menit kami mempertahankan posisi seperti itu. Kami saling berpagutan bibir serta kedua lidah kami saling menjalar ke seluruh rongga mulut lawan. film pun berganti adegan, sang lelaki bule mulai menggerayangi tubuh si prempuan asia, kayanya thai deh. Baju si prempuan disingkap keatas dan toketnya mulai diemut oleh si bule. “pengen deh di gituin” kataku sambil melepaskan ciuman kami. Posisiku sekarang duduk berhadapan dengannya, aku tetep duduk di pangkuannya. “ya udah, bajunya di buka” jawabnya.

Aku membuka bajuku perlahan, sedikit demi sedikit toketku yang tidak tertutup bra mulai tersingkap. Seperti orang bodoh, toketku hanya diperhatikan tanpa berbuat apa-apa. “kok cuman diliatin doang, aku pake lagi nih bajunya” kataku kesel. “sorry, speechless aja aku, gede amir, seumur-umur baru pernah liat yang ginian selain ibuku punya, eh besar lagi. sexy banget tubuh kamu", jawabnya untuk meredakan rasa keselku. "Ach masak begini saja sexy dan cantik, biasa aja kali. di emut dong” kataku lagi sambil tersenyum. “nggak ahh, entar lecet, nanti kalo mandi kan nyeri,” jawabnya. “jadi gimana dong?” “aku jilatin aja, mau nggak?”

Kami langsung berpagutan lagi. Dia mencium bibirku, kemudian aku melepaskan ciumannya dan menarik kepalanya ke arah toketku. lidahnya menjulur dan mulai menjilati melingkar disekitar pentilku, ujung pentilku disentuh perlahan menggunakan ujung lidahnya. “Mmhh...enak bang, terus..terus.. yang kanan juga..aahh,” desahku yang membuat dia bersemangat melakukannya. Lima belas menit dia menyerang kedua toketku, hanya suara desahan yang keluar dari bibirku, saat tubuhku mengelijang hebat, ada cairan membasahi celanaku. “Sin, celana kamu basah” “iya, Sintia kluar tadi”, jawabku sambil menciumi pipinya.

Adegan di film kini berubah lagi, konti bule yang besar panjang sudah sedari tadi tegang mulai diurut turun naik oleh siprempuan., kemudian dimasukkan kedalam mulutnya. “mau Sintia gituin nggak?” tanyaku. “udah gak usah, lain kali aja” jawabnya cepat. “nggak apa-apa, nggak usah malu.....enak lagi” balasku. Aku segera menarik celananya, dan langsung menggenggam kontinya yang belum menegang sama sekali dibalik cdnya. “gila, Sintia udah hampir dua kali orgasme, abang berdiri aja belon". “aku baru sekali diginiin” jawabnya.

aku kemudian menarik turun celananya. “besar juga punya abang, beda dikit lah ama yang di film”, kataku sambil tersenyum. Aku mengenggam kontinya dan mulai mengurutnya dari atas ke pangkal pahanya, selama 10 menit, kemudian aku menempelkan bibirku ke ujung kepala kontinya dan menghisapnya pelan, kujilati kembali kepala kontinya dan lalu kukulum dengan mengeluarmasukkan kontinya ke dalam mulutku. "udah...udah...udah...”, katanya sambil mencoba menarik kontinya keluar dari mulutku, keluarlah maninya di dalam mulutku.

Aku agak terkejut dan mengeluarkan kontinya dari dalam mulutku sehingga muncratan mani berikutnya membasahi wajahku. Aku bisa menerimanya dan kujilati yang masih tersisa di kontinya. Wah blon apa2 dah ngecret dianya, percaya deh kalo dia masi perjaka ting ting (sodaranya ayu ting ting kali ya). Dia membetulkan clananya lalu mengambil handuk di lemari untuk membersihkan maninya di wajahku. “ketelen gak?” “dikit..” jawabku sambil tersenyum.

Tibalah film itu di puncak aksinya, si bule melepas cd si prempuan dan mulai melumat slangkangannya. “rebahan deh,” katanya. Saat aku berbaring di tempat tidur, dia telungkup diatasku dan mulai menciumku lagi. Kemudian dia menyerang leherku, seperti instruksi di film itu. “Mmhh..”, lenguhku.

Tak lama setelah itu, kedua toketku dimainkan, dipijat pelan dan mulai dijilat perlahan. Desahan nikmat terdengar dari mulutku ketika dia menghisap serta menggigit-gigit kecil kedua pentilnya. "Ooohh.. baang.. teruuss baanngg..!" jeritku perlahan dan tertahan-tahan. Dia terus mengulum toket dan pentilku. Kemudian turun ke arah dan pusarku, dia menjilat sekeliling pusarku sambil tangannya meremas lembut kedua toketku. Aku menggenggam dengan kuat rambutnya sambil menjepitkan kedua kakiku ke badannya. "Bang.. Sintia nggak mau disituu ajaa..teruuss tuurruunn.."

Dia ikuti kemauanku. Dihentikannya remasan pada kedua toketku, aku menaikan pinggulku dan menurunkan celanaku. Sekarang aku sudah tidak mengenakan sehelai benang pun di tubuhku. “kok nggak pake cd si,” katanya sambil mencubit pipiku. “kalo nggak ada abang sih Sintia pake, tapi kalo ada abang ya gak lah, kalo tiba-tiba abang minta gimana?” jawabku.

dia kembali menciumi pusarku sampai di atas vegiku yang tidak memiliki bulu sedikitpun. “sering dicukur ya Sin?” “nggak juga sih, gak tau kenapa, bulunya lama numbuh” jawabku. Dia menjilati dengan lembut pusarku hingga aku menggelepar menerima rangsangan yang terasa nikmat. "Ach.. Uch bang enak sekali.." ceracauku sambil terengah-engah.Aku memejamkan mataku, kunikmati saja ciumannya yang panas. perlahan-lahan dengan tangan kirinya dia membuka kedua belah bibir vegiku.

dengan disertai jeritan kecil, aku menekan kepalanya ke arah vegiku sambil mendesah, "Bang.. oohh.. ngg.. nikmaatt.. bang.." Sementara mulutnya, lidahnya terbenam di antara bibir vegiku yang sudah basah dengan keluarnya cairan bening dengan aroma yang khas, agak asin dan kental. Dia mengisap serta menelannya. Dikecupnya klitku. Aku menjerit kecil dan menggoyangkan pantatku naik turun disertai erangan dan desahan nikmat kadang jeritan-jeritan kecil. cepet belajar juga dia rupanya, sekali liat di bokep langsung ngerti kudu ngapain.

aku semakin terangsang hebat sampai pantat kuangkat-angkat supaya lebih dekat dengan mulutnya. Dia pun merespons hal itu dengan memainkan lidahnya ke dalam vegiku, kemudian dia mempercepat jilatannya di liang vegiku. Semakin cepat dia menjilat, semakin aku menjepit kepalanya di tengah kedua pahaku, “kalo Sintia tau enaknya gak ketulungan gini, Sinta dah minta dari awal”. Aku makin mengejang hebat dan mencoba menarik rambutnya agar kepalanya menjauh dari vegiku, tapi dia meneruskan permainannya hingga kurasakan suatu cairan keluar membasahi vegiku.

Aku mengerang panjang, "Ooohh baang.. Sintia keluaarr..mmff.." sambil menjepitkan kedua pahaku di kepalanya sampai dia sulit bernafas. Akhirnya jepitanku berangsur-angsur melemah dan aku tergeletak sambil membukakan kedua pahaku dan dia bisa menghirup udara segar sejenak.
“Enak?” tanyanya. "iya, enak lah”. "ya udah, gitu aja dulu yah, kepalaku sakit banget, abis kamu jambak tadi”. “kok udahan sih? sorry tadi Sintia keenakan jadinya narik-narik rambut abang deh.” “entar baru nyambung lagi ya”. “iya, tapi jangan lama-lama”.

Aku hanya terbaring di tempat tidur, tubuh bugilku ditutupinya dengan selimut. Film porno itu di ‘pause’ sebentar. Dia segera menuju wastafel untuk mencuci muka, kulihat waktu menunjukan jam 11.00. Setelah minum segelas air, dia segera kembali ke kamar dan merebahkan tubuhnya disampingku, “Sin, aku mau minta maaf kalo aku udah jutek sama kamu sejak kita nikah, sekarang aku ngerasa bersalah banget”.“biarin aja berlalu yang kayak gitu mah, gak usah dipikir lagi, Sintia juga udah lupa, abang juga makin hari makin asik, seneng Sintia”, jawabku.

"Kok jadi gerah ya", katanya sambil membuka baju kaosnya dan tinggal memakai celana basket yang sejak tadi dipakainya. “ribet banget nih selimut...”kataku sambil menyingkirkan selimut yang menutupi tubuhku, Aku segera memulai lagi adegan di film yang tadi kami ‘pause’. Aku menarik tangannya dan menempelkan telapak tangannya ke selangkanganku. Kini adegan di film itu bertambah panas, pemeran pria di film itu mulai memasukkan kontinya kedalam vegi pemeran wanita. Pemeran wanita di film itu hanya menggumam tak karuan. Beberapa menit kami menyaksikan film itu.

“mau coba gituan?” tanyaku. “kalo sekarang nggak bisa, gak apa-apa juga.....kamu aja yang master blon siap apa lagi aku,” jawabnya. "kita coba tapi pelan-pelan yah...soalnya Sintia kan masih perawan”. "gak apa-apa nanti aja.” “tapi Sintia pengen banget.” “ya uda.,,,tapi bakal sakit loh nanti.” Dia menghentikan filmnya dan melepas celananya. Kontinya dah tegang lagi, bole juga tu, baru ngecret dah bisa keras lagi.

Aku menaikkan pinggulku dan pantatku disanggah dengan bantal. Dia membuka sedikit lubang vegiku. “beneran masukin sekarang?” tanyanya. “iya bang tapi pelan-pelan yah". Dia menggesek-gesekan kepala kontinya dulu pada vegiku yang sudah banyak lendirnya. "Ayo bang cepat, Sintia sudah tidak tahan lagi" pintaku dengan bernafsu. Dengan pelan tapi pasti dia masukan kontinya kedalam vegiku. Terasa perih ketika selaput prawanku ditrobos kontinya, aku meneteskan air mata. Ada darah membekas di batang kontinya. Aku mulai menggoyangkan pinggulku, karena dia mengeluar masukkan kontinya pelan didalam vegiku. “sakit?", tanyanya pelan. “udah nggak kok,...perih aja tadi, banget...” jawabku. “mau diterusin?” tanyanya lagi. “iya..” jawabku manja.

Perlahan mulai dia memasukkan kontinya ke vegiku sampai pada akhirnya masuk semua. Lalu dia tarik pelan-pelan juga dan dimasukkan lagi sampai mendalam dan terasa kontinya menyentuh bibir rahimku saking dalamnya. Dalam permainan ini kami saling cium menjalarkan tangan kesana kemari sambil mengeluarkan suara erotis di antara kami . Aku hanya menggumam sambil meremas toketku ndiri. “ennnaaakk bang...” hingga selang beberapa lama dia memaju mundurkan pinggulnya, makin lama makin cepat. kami hampir bersamaan orgasme dan gak lama lagi, “Bang pompa yang cepat, bang, Sintia mau keluar ach.. Uch.. Enak bang", lenguhku, sampe akhirnya, "mmhh...Sintia.... keelluuaarr..” Dengan hitungan detik kami berdua orgasme bersama sambil merapatkan pelukan dan kontinya berkedutan di dalam vegiku. Lemas dan capai kami berbaring sebentar untuk memulihkan tenaga. Orgasme ku disusul olehnya, senang sekali melihat expresinya ketika menyemprotkan maninya didalam vegiku. Cairan yang keluar dari vegiku bercampur sedikit dengan darah. “Sin..sorry tadi aku keluarin di dalem..”, katanya. “nggak apa-apa kali,..kalo nanti Sintia hamil.. ya abang jadi bapaknya.” Akhirnya kami pun kelelahan dan tertidur.

Kira2 satu jam kami tertidur, aku terbangun dan menuju ke kamar mandi, pipis. Dia menyusulku ke kamar mandi, rupanya pipis juga. Setelah itu kami kembali lagi ke ranjang. Gairahku timbul lagi untuk mengulang kenikmatan yang baru aja aku rasakan. aku menggapai kontinya untuk aku kulum. "Mau lagi ya" tanyanya. "Ehm, habis nikmat bang, Sintia mau lagi ya". "Enak kan Sin kontiku" , katanya sambil menikmati kulumanku. "Jelas enak bang, punya abang kan besar apalagi panjang lagi, ada 17 cm ya bang. Awaknya si perih tapi udahannya nikmat buangetz"."

Dia diam tidak menjawab karena sangat menikmati kulumanku. Aku mengulum serta menjilati pelirnya hingga dia sampai terangsang berat menuju orgasme kedua. Aku berhenti untuk menjilatinya dan ganti dengan posisi 69. Dari posisi ini kami saling mengulum lagi. vegiku dia buka sedikit dengan jari dan dimasukkannya jarinya sambil dikeluar masukkan. Selang beberapa lama kami melakukan pemanasan maka dia berinisiatif untuk melakukan penetrasi pada vegiku. "Sin kalau masih mau, kamu nungging gih, kaya di film tadi, sepertinya nikmat juga ya" pintanya. "Oh, mau doggy style ya, ayo" ajakku bersemangat.

Setelah aku siap menungging, dengan pelan ditempelkannya kepala kontinya ke bibir vegiku dan
perlahan-lahan ditekan masuk sedikit demi sedikit, "Terus bang.. emmff.. enaakk, oohh.." aku mendesah. "Bleess..!" akhirnya masuk semua batang kontinya ke dalam vegiku, kemudian mulai menggerakkan pantatnya maju mundur, aku menggoyangkan pinggul seirama dengan gerakan pantatnya. "Aaahh.. bang.. enak sekali... teruuss.. oohh.." aku merintih penuh nikmat.

Ada kira-kira 5 menit kami saling bergoyang dan tangan kirinya menjalar ke toketku dan diremas-remas pelan. Kontinya masuk semakin dalam dan dipompanya dengan semakin cepat hingga aku semakin menikmati permainan ini. "Ooohh.. baangg.. Sintia nggak tahan lagi.." rintihku dan akhirnya aku mencapai orgasmeku lagi. Dia makin gencar menggenjot kontinya keluar masuk vegiku sehingga akhirnya ditekannya pantatnya dengan keras sehingga kontinya tenggelam habis ke dalam vegiku dan "Sroott.. sroott.. sroott.." entah berapa banyak mani yang disemprotkan di dalam vegiku.

Kami berdua mencapai klimaks orgasme pada saat yang sama. Sepertinya dia dah lulus dari kursus singkat bokep. Dia mencabut kontinya dari vegiku dan terkapar disebelahku yang telungkup diranjang. setelah permainan itu kembali kami kembali tertidur dalam posisi itu.

Ketika kami terbangun hari sudah siang banget. Dengan mesra aku ajak dia mandi bersama. Di dalam kamar mandi kami saling membersihkan dan berciuman. Siapa dulu yang memulai kami tidak tahu karena secara spontan aku segera jongkok dan siap menjilat serta mengulum kontinya yang sudah tegak berdiri. Lalu kukulum kontinya sambil mengocoknya pelan-pelan naik turun.

Setelah dia merasa nikmat lalu ganti dia yang jongkok dan minta aku berdiri sambil kakiku satunya ditumpangkan di kloset wc, agar siap mendapat serangan oral nya yang nikmat.
Dia menyerang selangkanganku dengan lidah yang menari-nari kesana kemari pada klitku sehingga aku mengerang sambil memegang kepalanya untuk menenggelamkannya lebih dalam ke vegiku. dia menjulurkan lidahnya lebih dalam ke vegiku sambil dia korek-korek klitku dengan jari manisnya. Semakin hebat rangsangan yang aku rasakan dari dia sampai aku mengalami orgasme dengan derasnya hingga lendir kenikmatan itu keluar tanpa bisa dibendung lagi. Dijilatinya dan ditelannya semua lendir kenikmatanku yang ada itu tanpa sisa. "Gimana Sin, rasanya permainan kita tadi, puas tidak?" tanyaku. "Puas banget bang, tapi abang blon kluar".

Kami saling membersihkan diri, disiraminya seluruh tubuhku, kemudian disabuni. Aku melakukan hal yang sama terhadapnya. Tubuh kami masih basah, kontinya mulai mengeras kembali akibat remasan tanganku, sementara dia mengusap-usap toketku kemudian turun mengusap bibir vegiku. jarinya masuk dan mempermainkan klitku dengan lembut. Aku mulai mendesah. Sambil berpandangan kami saling mengusap, meremas lembut apa saja yang dapat kami sentuh, sehingga pengen maen lagi.

Tanpa sempat untuk mengeringkan badan, aku ditariknya kembali ke tempat tidur, direbahkannya diriku dan dengan agak kasar karena mulai gak tahan, aku menarik sehingga dia jatuh menindihku. Kami saling memandang, diciumnya dengan lembut bibirku. Aku menggigit lembut bibirnya sambil tanganku mulai meraba kontinya yang masih tegang, kubelai dan kukocok pelan-pelan, membuatnya merintih nikmat sambil memejamkan mata, sementara mulut kami berdua terkunci dengan kecupan-kecupan yang makin lama makin buas. Tangannya meremas toket dan pentilku yang mengeras.

Aku bangun dan merayap ke atas tubuhnya hingga vegiku tepat berada di atas hidung dan mulutnya. Dia menekan pantatku dan mengecup bibir vegi serta klitku dengan lembut. Dia memainkan lidahnya pada klitku terus ke lubang vegiku, "Ooohh bang.. teruuss.. baang..!" erangku nikmat. pantatku bergoyang mengimbangi permainan bibir dan lidahnya.

Aku gak bisa menahan napsuku sehingga aku mempoisisikan vegiku diatas kontinya, kuarahkan kontinya ke vegiku kemudian pantat kuturunkan sehingga masuklah kontinya penuh ke lubang vegiku. Aku merebahkan tubuhku diatas tubuhnya. Dia mulai menggerakkan pantatnya keatas memberi tekanan pada vegiku dengan kontinya. Akupun menyambut serangannya dengan menggerakkan juga pantatku naik turun dengan perlahan-lahan. Makin cepat.. makin cepat.."Ooohh.. bang.. mmff.." desahanku semakin menggila.

Tangannya tidak tinggal diam, kedua toketku diremas dan pentilku diplintir lembut menambah kenikmatan bagiku. sekonyong-konyong aku menjatuhkan badanku ke atas dadanya sehingga remasan di toketku terlepas. "Bang.. Sintia nggak tahaann.. oohhmmff.." lenguhku sambil memagut bibirnya dan akupun nyampe kembali. Vegiku berdenyut keras memerah kontinya yang masih nancap dengan gagahnya sehingga akhirnya dia gak bisa menahan lebih lama lagi, dan "Srroott.. Srroott.. Srroott.." maninya muncrat.

Aku menelungkup diatasnya, bibirku dipagutnya sambil memelukku erat sekali. Hebat juga si abang, yang tadinya cuek saja ternyata menjadi pejantan tangguh di ranjang yang bisa membuat aku berkali2 mendapat O, luar biasa. Dah selesai semuanya baru terasa laper karena hari dah mo siang tapi kita sarapan ja belon. sarapannya diganti breakfast in bed alias emel.

weekend itu kamu terus saja mengadu konti dan vegi, staminanya benar2 hebat seakan2 dia gak pernah puas menggenjot vegiku dengan kontinya sampe aku lemas Lugu diawal akhirnya jadi buas banget, nikmatnya...

Sebuah Rahasia Istri

Sebuah perampokan di bank membawa pengalaman baru bagi istri seorang pengusaha. Suaminya menganggap itu kejadian musibah biasa, tapi sang istri menyimpan itu sebagai suatu rahasia. Diikat menjadi satu dengan Satpam bank akhirnya membawa sensasi luar biasa.

Perampokan bersenjata di bank siang itu membawa pengalaman traumatik bagi Aris Hendrawan (35), seorang pengusaha mutiara. Siang itu ia bersama istrinya Kristin (30) berada dalam bank tersebut untuk sebuah transaksi keuangan perusahaan mereka.

Suasana bank cukup ramai, bersama para nasabah lainnya Aris dan Kristin mengantri menunggu layanan kasir. Tiga kasir bank sibuk melayani nasabah, satu persatu.

Lima orang lelaki perbusana serba hitam ditutup jaket kulit hitam tiba-tiba masuk ke ruang tunggu dan langsung mengeluarkan senjata api jenis pistol dan sebuah laras panjang.

“Jangan ada yang bergerak.. semuanya diam, jangan membuat tindakan ceroboh atau kepala kalian akan pecah,” teriak seorang lelaki yang memimpin.

Ini perampokan, pikir Aris. Suasana sempat kacau penuh teriakan dan para nasabah berhamburan, Aris mengikuti beberapa nasabah yang lari ke lantai dua,hingga terpisah dari istrinya kristin.

Kawanan rampok itu kemudian menyebar, dua orang masuk ke sisi kasir, sedangkan tiga lainnya sibuk mengacungkan senjata ke nasabah. Seorang lainnya mengejar nasabah yang lari ke lantai dua.

Aris dan enam nasabah dilantai dua tak berkutik ditodong senjata, mulut mereka ditempel lakban dan tangan juga di ikat, sementara para nasabah di lantai dasar juga sudah sepi tak berani bersuara.

Kawanan rampok mengikat para nasabah. Ada yang tiga menjadi satu, ada yang dua menjadi satu, dan semua mulut mereka ditempel lakban.

Dari balkon dalam lantai dua, bisa melihat semua di lantai satu, tapi ia mendadak khawatir karena tidak melihat Kristin istrinya.

Seorang perampok menjaga di pintu, satpam yang berjaga di meja dalam juga tidak terlihat, hanya pakaiannya tergeletak di lantai, mungkin ia ditelanjangi rampok.

Dua kawanan rampok naik ke lantai dua untuk memeriksa letak brangkas diantar seorang wanita kasir yang ditodong pistol.

Aris mencoba bergeser ke ujung balkon, ia mencari Kritin.Aris lega, ternyata Kristin berada di sebuah lorong sempit menuju toilet yang jauh dari nasabah lainya. Aris meihatnya terikat menjadi satu dengan seorang lelaki tegap, ia pasti satpam bank, karena hanya mengenakan celana kolor dan kaos dalam.

Tubuh Kristin dan satpam itu terikat menyatu berhadapan dilakban melingkar dibagian pinggang dan dada. Tangan mereka juga diikat lakban ke belakang. Keduanya berbaring dilorong menyamping berhadapan, mulut masing-masing juga tertutup lakban.

Dalam suasana tegang itu, Aris melihat satpam dan Kristin terus berusaha melepas ikatan mereka dengan cara bergerak terus bersamaan untuk melonggarkan lilitan lakban.

Perampokan berjalan hampir satu jam, sampai akhirnya kawanan rampok berhasil kabur membawa jarahannya. Aris bersyukur, Kristin dan satpam bank akhirnya terlepas dari ikatan. Si satpam kemudian membantu nasabah lainnya sementara Kristin membuak ikatan Aris.

“Untung kita nggak diapa-apakan ya ma..,” kata Aris merangkul istrinya. Mereka kemudian pulang.


[Chapter] 2: Kasaksian Istri

Bagi Kristin, perampokan di bank itu menimbulkan trauma sesaat tetapi berakhir dengan sensasi seks yang selama ini tak pernah ia bayangkan.

Terikat di lorong sempit dengan tubuh berdempetan berhadapan dengan lelaki lain membuat Kristin risih bukan kepalang, apalagi si lelaki hanya mengenakan kaos dalam dan celana kolor. Tapi perasaan itu terkubur lantaran takut yang dirasakannya melihat kawanan rampok bersenjata itu.

Sekitar tiga menit berbaring berhadapan seperti itu, Kristin melihat lelaki di depannya berhasil membuka lakban di mulutnya setelah beruang keras mendorong lakban itu dengan lidahnya.

“Tenang bu.. saya Partodi satpam di bank ini. Maaf pakaian saya tadi dilucuti rampok. Sepertinya sekarang mereka sedang membongkar brangkas dan tak mungkin kembali ke mari, ayo kita berusaha lepaskan ikatan ini bersama ya..,” kata satpam Partodi. Kristin mengangguk saja dan berharap upaya mereka berhasil.

Partodi kemudian melepaskan lakban di mulut Kristin dengan cara menggigit sisi lakban dan menariknya. Kristin sempat terpekik merasakan perih bibirnya tertarik rekatan lakban, tapi kemudian berusaha tenang.

“Terus bagaimana caranya,” tanya Kristin menanyakan cara mereka melepaskan ikatan lakban di tubuh. Sepertinya sulit karena masing-masing tangan mereka terikat ke belakang dililit lakban, sementara lakban lainnya melilit rapat menyatukan bagian pinggang, perut mereka berdempetan.

Partodi lalu menjelaskan pada Kristin bahwa sifat karet pada lakban dapat digunakan sebagai kesempatan mereka lolos dari ikatan. Caranya dengan terus bergerak agar lakban menjadi molor dan longar elastis.

“Kita masih punya kaki yang bebas bu. Saya akan membalik badan dan ibu harus berusaha berposisi di atas saya. Setelah itu kaki ibu bisa menjejak lantai mendorong ke arah atas tubuh saya… mungkin akan berhasil,” kata Partodi. Ia segera mengubah posisi mereka dari yang sebelumnya berbaring miring berhadapan, menjadi saling tindih, Kristin berada di atas. Ini dilakukan Partodi agar Kristis tidak merasa berat jika Partodi yang berada di atas, sebab bobot Partodi yang tinggi besar tentu akan menyesah Kristin bila tertindih.

Posisi Kristin sudah di atas tubuh Partodi. Ia menuruti perintah Partodi dan mulai menggerakan badannya ke arah atas tubuh Partodi dengan menjejakkan kaki di lantai. Tapi rok span yang dikenakannya menghalangi usaha Kristin menjejakkan kaki secara maksimal mekantai, sebab ia harus lebih mengangkangkan kakinya agar bisa melewati kaki Partodi di bawah kakinya.

Kristin terus berupaya dan akhirnya ia bisa mengangkangkan kaki lebih lebar, akibat gesekan tubuh mereka, rok Kristin naik sampai bongkahan pantatnya terlihat. Tapi tak apa, pikir Kristin, demi usahanya menjejak kaki ke lantai. Lagi pula Partodi tak mungkin melihat pantatnya karena ia berada di bawah Kristin.

“Terus goyang bu.. sudah mulai longgar ikatannya,” Partodi berbisik pada Kristin. Entah mengapa kata-kata “goyang” yang dibisikan Partodi membuat Kristin risih. Ia baru sadar gerakannya berusaha melepas ikatan terkesan menjadi gerakan yang erotis.



Ia juga baru sadar kalau sejak tadi payudara 36Dnya terus menggerus dada Partodi, dan gerakan demi gerakan yang menimbulkan gesekan di tubuh keduanya mulai mempengaruhi libido Kristin.

“Astaga.., bang Partodi. Apa ini..? kok terasa keras.. Tolong bang, abang nggak boleh terangsang.. ini dalam perampokan..,” Kristin berbisik balik ke Partodi saat merasakan sesuatu benda mengeras hangat terasa di bawah pusar Kristin. Penis Partodi rupanya ereksi setelah beberapa lama merasakan gesekan tubuh Kristin.

“Oh.. ehh.. maaf bu.. saya sudah berusaha untuk mengabaikan rasanya tapi gesekan-gesekan itu mengalahkan pikiran saya bu. Maaf bu.. tapi saya pikir ini alami bagi lelaki, yang terpenting sekarang kita harus terus berusaha melepas ikatan ini bu.. sebelum perampok itu kembali ke mari,” Partodi agak gugup dan malu menyadari Kristin mengetahui penisnya mulai bangun.

“Ya sudah.. nggak apa-apa, asal bang Partodi jangan macam-macam ya..,” kata Kristin. Ia sadar tak bisa menyalahkan Partodi. Dan lagi benar apa Partodi bahwa itu sangat alami dan Kristin juga merasakan hal yang sama, ada kenikmatan menjalari tubuhnya setiap kali gerakan bergesek ia lakukan.

Pikirnya, perampokan bank yang menyebabkan mereka berdua berada dalam posisi terikat seperti itu, dan mereka harus bersama kompak melepaskan ikatan tersebut.

Kristin kembali memusatkan pikirannya pada upaya melepaskan lakban. Ia kembali menggerakan tubuhnya menggesek tubuh Partodi dari atas ke bawah dan sebaliknya dari bawah ke atas, agar ikatan lakban melonggar. Upayanya cukup berhasil, kini jarak gesekan sudah bisa lebih jauh menandakan lakban mulai longgar elastis.

Bagian perut Kristin sudah bisa menjangkau perut Partodi bagian atas, Kristin berusaha terus menjejak lantai agar tubuhnya terdorong naik lebih jauh.

“Ehmm bu.. coba lagi ke bawah.. terus dorong lagi ke atas.. sudah mulai longgar lakbannya..,” suara Partodi semakin parau. Tubuh Kristin yang terdorong ke atas membuat penis Partodi kehilangan sentuhan, sebab selangkangan Kristin kini sudah diatas melewati ujung penisnya.

Kristin setuju dengan Partodi, mungkin gerakan harus kembali ke bawah lalu kembali lagi ke atas sehingga ikatan lakban makin molor elastis.

Tapi gerakan ke bawah yang dilakukan Kristin justru membuat keadaan mereka berdua berubah. Pikiran masing-masing milau terpecah antara kenikmatan yang mulai dirasakan atau upaya melepas lakban.

“Enghhh..,” Kristin melenguh kecil. Ia merasakan ujung penis Partodi menyentuh CD yang dipakainya. Panis Partodi yang sudah sangat tegang terdoring keluar dari balik celana kolornya, lantaran gesekan membuat kolornya melorot. Kini, setiap gerakan Krsitin membuat koneksi ujung penis Partodi kian terasa mendorong-dorong CD Kristin. Rasa nikmat kekenyalan itu terasa semakin sering di bibir vagina Kristin yang terhalang CD.

Kristin terus berupaya memecah pikirannya agar tetap konssntrasi beregerak demi melepas ikatan lakban, tapi semakin bergerak dan semakin gesekan terjadi membuah gairah seksualnya terdongkrak naik. Lama-lama ia merasakan Cdnya membasah oleh cairan vaginannya sendiri. Apalagi, dari bawah Partodi juga terus bergerak berusaha melepaskan ikatan lakban ditanganya yang tertindih ke belakang. Hal ini membuat erotisme tersendiri dirasakan Kristin.

“Enghh.. ahhss..,” Kristin mendesah dan menghentikan gerakannya. Ia menyadari kini posisi sudah sangat gawat. Gerakan-gerakannya justru mengantar ujung penis Partodi mengakses bibir vaginanya lewat sisi kiri CD-nya. Kristin merasakan kepala penis Partodi sudah berada tepat di tengah bibir vaginanya yang basah dan sudah tidak terhalang CD yang kini melenceng ke samping.

“Hmm.. bu, kenapa berhenti.. sudah hampir lepas ikatannya nih..,” Partodi terus bergerak berusaha melepas ikatan tangannya. Tapi ia juga merasakan penisnya sudah menyentuh kulit vagina Kristin secara langsung, karena sisi CD kristin yang membasah tergeser ke samping.

Kristin berusaha mengembalikan konsentrasinya, dan berusaha menjejak kaki ke lantai agar tubuhnya naik dan vaginanya menjauh dari penis Partodi. Namun upayanya gagal, kini ikatan lakban justru mengancing posisi itu, Kristin tak mungkin naik, hanya bisa turun ke bawah beberapa kali lalu naik lagi setelah ikatan melonggar kembali.

Kristin mulai putus asa. Ia harus bisa lebih cepat melepaskan ikatan lakban itu sebelum penis Partodi mengakses lebih jauh vaginanya. Pikiran sadarnya masih berjalan dan menyadari sesaat lagi ia akan disetubuhi Partodi, dalam keadaan terpaksa begitu.

Konsentrasi Kristin gagal. Gerakan Partodi dari bawah membuat kepala penisnya mulai masuk membelah bibir vagina Kristin.

“Ough..,” Partodi tak kuasa menahan desah kenikmatan merasakan kepala penisnya menguak bibir vagina Kristin. Ia terus bergerak berusaha melepas ikatan ditangannya yang tertindih tubuh, tapi setiap gerakannya membuat kepala penisnya mulai bermain keluar masuk di bibir vagina Kristin.

Hal itu memberi sensasi kenikmatan pada Kristin, ia masih berusaha diam diatas tubuh Partodi sampai ada kesempatan menjejak kaki agar vaginanya menjauh dari penis Partodi. Kristin akhirnya berspekulasi. Sekali gerakan ke bawah, lalu sekuat tenaga menjejak kaki ke lantai tentu akan membantunya menjauhkan vaginanya dari penis Partodi.

“Enghhsshh.. ahh.., bang jangan gerak duluhh.. ini nggak boleh terjadi bang, saya wanita bersuami dan abang pasti sudah beristri kan?.” kata Kristin, wajahnya bersemu merah. Tubuh dan wajah Kristin serta kulitnya yang putih mirip dengan artis Mona Ratuliu.

“Iya bu.. saya juga pikir begitu. Tapi bagaimana lagi, posisi kita sulit berubah selama ikatan ini..,” jawab Partodi, ia juga menjadi serba salah dengan posisi itu.

“Oke bang.. sekarang gini aja.. saya akan bergerak turun, dan mungkin itu akan terjadi.. anu abang bisa masuk ke anu saya.. tapi itu hanya sekali ya, dan saya akan mendorong ke atas membuatnya lepas lagi. Setelah itu kita konsentrasi lagi untuk melepas lakban sialan ini..,” kata Kristin dengan nafas berat.

“Iya.. iya. Terserah ibu. Tapi tolong saya jangan dilaporkan ke atasan saya apalagi polisi bu. Kalau kontol saya masuk ke pepek ibu.. nanti saya dibilang memperkosa,” Partodi polos ketakutan.

“Hnnggaak bang.. ini kan karena perampokan sialan itu, jadi bukan salah saya atau abang.. kita sama-sama berusaha keluar dari masalah ini kok.. sekarang abang diam ya.. saya akan berusaha. Ehmm… enghhmmmpp… ahssstt banngghh… ahhhkksss,” Kristin mengerakan tubuhnya bergeser ke bawah. Gerakan itu membuat bibir vaginanya yang sudah menjepit ujung penis Partodi menelan setengah penis itu.

Partodi agak hitam kulitnya, tapi wajahnya manis seperti artis Anjasmara, dan badannya kekar. Penis Partodi dirasakan Kristin lebih besar dan padat dari penis Aris suaminya. Kristin merasakan sensasi nikmat saat kepala penis Partodi terbenam di vaginanya.

“Ayo bu.. dorong lagi ke atas biar lepas,” Partodi khawatir karena kini penisnya sudah mulai menyetubuhi Kristin.

“Iya bang.. hmmmpphh aahhss… banghhsss.. emmpphh.. ahssss,” Kristin berusaha menjejak kaki ke lantai agar tuuhnya terdorong ke atas dan penis itu lepas dari vaginanya, tapi keadaan tak berubah, ikatan lakban mengancing bagian pinggang mereka membuat Kristin tak mungkin menaikkan tubuhnya.

“Akhhss.. bangghh.. gimana inihh.. ahsss..,” Kristin kembali diam tak bergerak, separuh penis Partodi yang dirasanya mebuat nafasnya semakin berat.

“Oke.. sekarang ibu diam saya biar tidak semakin masuk kontol saya. Saya akan berusaha melepas ikatan tangan saya bu.. engghhh,” Partodi mengangkat pinggulnya dan pantatnya menjauh dari lantai agar tangannya bisa bergerak bebas, lalu berusaha melepas dua tangannya dari ikatan lakban. Peluh sudah membasahi tubuh keduanya.

Partodi melakukan itu beberapa kali. Pinggul dan pantatnya yang terangkat menjauh dari lantai membuat akses penisnya masuk lebih dalam ke vagina Kristin. Kristin sudah pecah konsentrasi, kini pikirannya hanya merasakan kenikmatan separuh penis Partodi yang keluar masuk perlahan ke vaginanya mengikuti gerakan pinggul Partodi.

“Akhhss bangghhss ouhh.. akhhh.. ahkkk… enghhhmm,” Kristin semakin mendesah, kini pinggul Kristin melayani gerakan Partodi, ia malah berusaha agar penis Partodi terasa lebih dalam di vaginanya.

Tangan Partodi sudah terlepas dari ikatan dan kini bebas. Tapi libido yang sudah tinggi membuat Partodi bukannya melepaskan ikatan lakban di pinggang mereka, ia justru membuak kancing-kancing baju Kristin dan meremasi payudara Kristin.

“Emmphhh… banghhsss emmphhhhsss,” Kristin semakin hilang kendali diperlakukan seperti itu, kini bibirnya menyambut bibir Partodi, mereka berkecupan sangat dalam dan cukup lama.

Partodi meloloskan susu Kristin dari Bra-nya dan mulai menghisapi payudara Kristin, lalu kedua tangannya mengarah ke bawah dan mengamit sisi CD Kristin agar penisnya mengakses jauh vagina Kristin. Saat itu penisnya sudah bisa masuk utuh ke vagina Kristin, tangannya menekan dan meremasi pantan Kristin membuat Kristin semakin mendesis.

“Ouhgg.. ahhgg.. bu.., tangan saya sudah lepas.. kita bebasin dulu ikatannya atau bagaimana? ouhgg,” Partodi bertanya sambil menahan kenikmatan digenjot Kristin. Ya pinggul Kristin sudah cukup lama menggenjot Partodi membuat penis Partodi bebas keluar masuk ke vagina Kristin.

“Akhh banghh… sshh.. terserah abanghhh sekaranghhh.. ouhss..,” Kristin sudah sangat melayang merasakan kenikmatan penis Partodi, apalagi rangsangan Partodi secara liar di payudaranya membuatnya semakin hilang kendali.

“Baik buhh.. akhh.. kalau begituhh kita tuntaskan duluh.. ouhsss..,” Partodi kemudian melepaskan ikatan tangan Kristin tapi membiarkan ikatan di pinnggang mereka tetap seperti semula.

“Iyaahh banghh.. terusinnn duluhh… akhhsss.. ouhh…,” tangan Kristin yang sudah bebas langsung merangkul leher Partodi dan keduanya kembali saling berpagutan, sementara gerakan pinggul Kristin semakin liar.

Masih disatukan dengan ikatan di pinggang, Partodi membalik tubuh Kristin sehingga kini Kristin ditindihnya. Ia lalu menggenjot pantatnya membuat penisnya membobol vagina Kristin secara utuh. Cairan vagina Kristin menimbulkan bunyi kecilpakan setiap kali berbenturan dengan pangkal penis Partodi.

Kristin merasakan gerakan Partodi makin keras dan makin cepat mengakses vaginanya, kenimatan mulai memuncak di klitorisnya seolah mengumpul panas hingga bongkahan pantatnya. Ia mengimbangi gerakan Partodi dengan menggoyang pinggulnya.

“Oughh.. banghhhss… akhhsss.. sayaahhh banhgg… akhhhsss say..ah.. sampaaiiihhh bangghhsss… ouhhhggg…,” Kristin merasakan klimaksnya memuncak, pertahanannya bobol dihantam penis Partodi yang terus menerus menghujam. Tubuhnya menegang merasakan kontraksi otot vaginanya berkedutan intens mengantar kenimatan puncak.

“Aghh… ahhh… yehh… buhhh… akhhsss uhhh…mmmpphhh..,” Partodi membenamkan seluruh penisnya ke vagina Kristin dan melepas spermanya croott...crottt ...menyembur dinding rahim Kristin ..sambil bibirnya langsung melumat bibir Kristin. Tubuh keduanya seakan menegang bersamaan mencapi klimaks seksual.

Beberapa saat setelah itu, Partodi lalu melapas iakatan lakban yang menyatukan pingang mereka. Mereka berdua lalu merapihkan busana masing-masing. Perampokan baru saja usai, dan kawanan perampok sudah meninggalkan bank dengan barang jarahannya.

“Emm.. bu.. maafkan atas yang barusan terjadi bu. Saya hilaf… engg..,”

“Sudah.. sudah bang. Lupakan saja ya.. saya juga hilaf..,” Kristin memotong pembicaraan Partodi. Keduanya lalu berkenalan lebih jauh dan berjanji untuk sama-sama menyimpan kejadian itu hanya di antara mereka berdua.

Keduanya lalu berpisah, Partodi menolong membebaskan nasabah bank di ruang tunggu, sementara Kristin mencari Aris suaminya yang terikat di lantai dua. Kristin menjaga rahasia bahwa apa yang dilihat Aris dari lantai dua tak seperti yang sesungguhnya terjadi dan dinikmati olehnya..

Petualangan Liban - Carla


" siapa kamu... Hei... Toloonnggg!TOLOOONNGGG!"
" BANGSAATTT...RAMPOOKKK!"
Teriak seorang perempuan muda yang badan nya berbalut baju tidur, badan sexy nya gemetar ketakutan, keringat dingin mulai keluar dr pori2 kulit nya yg putih bak porcelain. Perempuan itu seorang istri dari pengusaha kaya. Tiba2 di kamar nya ada seorang laki2 berbadan tegap berdiri, berkaos hitam tangan panjang, jeans hitam, juga dgn topeng hitam, yg hanya bolong bagian mata, hidung, dan mulut.
" silahkan teriak sepuas anda nyonya . . ." teriak laki2 tegap itu, yang tiba2 masuk ke dalam kamar nya yg super nyaman, dingin ber AC . . .
" tapi saya tau anda...nyonya Carla . . ."
" eh sapa lu...anjing! Keluar...TOLOONNGG..RAMPOOKKK..." teriak nyonya muda itu lagi.
" percuma, nyonya, satpam anda, pembantu anda, tukang kebun anda DAN juga anjing anda...hahaha..semua sudah tidur..." kata laki2 itu lagi.
" anda mau uang...saya kasih, tapi tolong pergi... Suami saya akan pulang...anda lebih baik pergi sekarang..." kata nyonya carla gemetar.
"HAH!Pulang darimana nyonyaa..hahahahaha!" tawa nya menggema di dalam kamarnya yg luas...
" suami anda kan ada di Jepang, HAHAHA... Pasti dia sedang ngentot dgn para pemain JAV!HAHAHA.." sambung laki2 itu lagi.
Lalu dgn cepat laki2 itu mendekat, dan dgn sigap memeluk carla dr belakang, jelas carla meronta, dan berusaha melepaskan diri dari pelukan laki2 yg tidak dia kenal.
" tenang nyonya, saya tidak akan menyakiti anda, tapi saya akan memberikan hadiah utk nyonya..hmmmm...wangi sekali badan anda nyonya...hmmmm... Anda ulang tahun kan...liat sudah jam 12 lewat . . . Saya akan kasih kepuasan utk nyonya..." kata laki2 itu mengunci gerak dari badan carla, sehingga badan sexy carla menjadi diam dan sulit bergerak.




" paaakk..ammpuunn...saaayyaah kasihh uaanngg...jaahhngann perkossaa saaayyaa paaakkk..." kata carla ketakutan...
" tenang nyonyaahh...sayaa tidak suka menyakiti wanita secantik anda...aahhh...sungguh sempurna badan anda nyonya, hmmm..anda masih layak utk umur 25 tahun...ohhh..payudara anda masih kencaangg...hmmmmsss...kulit anda sungguh halusss...dan jelasss..hmmm...wajahh anda sungguh cantikkss...andaa pantasss..utk jadi bintaang koreaa nyonyaahhh..hmmmm" kata laki2 itu memuji, dan tangan nya sudah merayap ke payudara carla. Entah gimana, Carla menjadi sedikit tenang, kata2 lelaki yg akan memperkosanya membuat dia menjadi terbang, rayuan nya sungguh membuat Carla menjadi terhanyut. Suaminya sudah tidak pernah lagi memujinya, bahkan menggauli nya saja hanya sebagai iseng saja, carla sudah tidak pernah puas dalam hal seksual. Hanya dildo yg menjadi pemuas dia di kala kesepian.

" aahhh..paakk...ampunnn... " kata carla... Tangan kekar lelaki itu begitu hangat saat menyentuh payudara nya yg cukup besar, puting nya seakan tergesek lembut oleh belaian nya... Carla menjadi sedikit birahi.

" nyonyaahhh jaahngaannss tahkutt..hmmmm.. Ahh leherr andaaa wangi sekalihh...hhmmm..rambut anda juga nyonyaaa...malam ini akan saya puaskan nyonyaaa..drpd nyonya memakai titit palsu, lebih baik dgn yang asli...." kata laki2 itu sambil menggesek belahan pantat carla yg sexy.

" ohh paakkk..janngaannn...tollonngg paakkk...ammpunnn..." kata carla...gesekan penis laki2 itu di belahan pantat nya, membuat dia berdesir, " oohhh ssshhh..napa akuh menjadi horny...ga bisaa...harus tahaan..aahhh...dia remas lagi toket guaahh siaalaannn..." kata carla dalam hati.

" nyonyaahh tenaanngg..nikmaatihh semuaahh..sshhh... Jamiinn nyonyaa akann sukaahh..." kata laki2 itu lagi, lidah nya kini mulai menjilati tengkuk carla yg putih, tangan nya mulai kendur kuncian nya, dari kulit carla terlihat bulu2 kecil nya merinding, carla merasakan bahwa tangan laki2 itu mengendur, dgn cepat dia melepaskan diri, carla bebas dari pelukan laki2 itu.
" paakk..hahhsss...silahkan keluarr...saya akan berikan uaangg...tp jangan perkosa saya..pakkk..." kata carla dgn napas yg naik turun dgn cepat.

" saya tidak butuh uang nyonya...saya butuh badan nyonya...hmmm..cantik sekali anda..." kata laki2 itu sambil membuka pakaian nya sendiri, badan tegapnya, terlihat, otot dada yg cukup sempurna, bahu yg kekar, tangan yg berotot, lalu perut sixpack... Carla melihat dgn jelas, laki2 ini benar2 sexy, dan ada rangsangan yg muncul. Vagina nya berdenyut, dan carla tau dia sudah basah...
" paakk..ohhh...jahngan mendekaat..saya teriakk..paakkk..toohhllonggsss...paakkk..ssshhh.. ." carla berniat teriak, dia sudah tersudut di ujung kamarnya, dgn sigap, laki2 itu malah memeluk nya, tangan carla dinaik kan di tembok, lalu dgn tatap nya yg tajam dan dalam, dia menatap mata carla yg bulat dan berbulu mata lentik lewat topeng hitamnya. Carla bagai terlena oleh tatap itu, badan mereka berhadapan, dada carla di buat membusung menekan dada lelaki itu, tapi dekapnya walaupun memaksa, ttp terasa hangat dan lembut. Carla membuang mukanya...




" paakk jahnngaannn..tolong lepaskann sayaahhh...janjiihh..sshhhaayaahh tdk aakann laporrr..oohh...paakkk..." gemetar carla berkata
Tapi lelaki itu malah mencium leher carla yg jenjang, lidah nya bermain disana, menyapu naik turun. Carla takut, tapi birahinya begitu menggebu, ada rasa menggelitik di dalam vagina nya, bahkan puting nya begitu terasa mengeras, napas carla sudah sulit di atur, antara takut dan birahi. Jilatan laki2 itu begitu menggelitik, rasanya menjadi nikmat, belum lagi tangan laki2 itu meremas payudara indah nya yg selalu dia jaga. Carla mulai melenguh, merintih, dan lupa akan diri nya sedang di perkosa. Sentuhan lelaki itu membuat dia menjadi terangsang, kemudian, lelaki itu mencium bibir carla, ciuman nya begitu hangat dan mesra, memainkan bibir carla yg tipis mencumbunya begitu mesra, lidah nya bermain dalam rongga mulut carla . . .

" aaahhh...sshhh...cumbuannya hebat...oohh napas nya pun berbau mint..." carla berkata dalam pikirannya.

Di dalam kamar carla yg luas, ada sebuah sofa, badan carla di angkat dan di bawa ke sofa tersebut. Ada sedikit rontaan dalam gendongan lelaki itu, tapi rontaan itu hanya sedikit dan malah carla mulai menyambut ciuman laki2 itu. Badan sexy carla di baringkan dgn lembut oleh lelaki itu, sambil mereka berciuman...
" nyonya tenang saja... Saya akan membuat nyonya puas malam ini...aahhh, nyonya carla sungguh cantik..." suara laki2 itu begitu dalam dan lembut, carla bagai di manja oleh pujian2 nya. Seakan dia sudah mulai lupa bahwa dia akan di perkosa.

Laki2 itu masih mencium carla yg terbuai, tangan nya merayap di badan mungil nya, lingerie nya yg tipis bukan penghalang berarti utk jamahan laki2 itu, payudara carla yg montok di remas dan main kan ujung nya dgn lembut, perlakuan laki2 misterius itu begitu mesra, dan hangat, seakan tau titik birahi mana saja yg ada di tubuh carla. Tubuh carla menggelinjang, mata nya terpejam, dia menikmati sentuhan binal itu, dia biarkan tubuh nya di jamah. Lalu tiba2 dgn sekali hentak di tarik lingerie itu hingga robek... Payudara carla yg putih mulus terbuka dgn bebas. Bentuknya masih indah, puting nya mengacung ke atas, berwarna coklat muda, carla terkejut oleh robekan lingerie nya, dan dengan malu dia menutup payudara indah nya dgn lengannya..
" pak sudaahh..aahhh...jangann terusskaannn..." kata carla perlahan, tapi laki2 itu tau, carla sudah takluk, dgn pelan diangkat lengan nya..
" jangan tutupi nyonya, dada anda sungguh indah, biarkan saya melihat...oohhh...hmmmm"
" aahh paakkk..sshhh..oohhh...sudaahhh...paakkk..sshhh" carla merintih saat mulut laki2 itu dgn tiba2 menjilat susu nya, dan memainkan puting nya dgn lidah nya, tangan carla di tahan di atas, ketiak mulus nya terbuka, dgn bebas laki2 itu menjilat payudara carla yg indah, lidah nya berputar di daging lembut itu, puting nya di hisap dan di tekan oleh lidah nya.

Carla merintih hebat, suaminya tidak pernah melakukan itu padanya, selalu terburu2, dan selalu cepat. Tapi malam itu, benar2 hebat, birahinya menjadi tinggi, rangsangan nya membuat dia terlena, payudara nya yg belum pernah menyusui anak itu, kini di dalam mulut lelaki itu, putingnya di jilati dan di hisap, carla menyerah oleh rangsangan nya.
" aahhh paakkk..sssshhh...oouuhhhh..." rintih nya.

Tangan lelaki itu kini mengarah ke vaginanya, carla tau, dia se akan menanti kelanjutannya, dan benar saja, G string nya di elus2 dgn pelan, carla sudah basah kewanitaan nya dari tadi, dan sentuhan itu malah menambah keras rintihan nya.
" aahh paakk.. Jaahhnngaannnss..aahhh..." desah nya.
Tapi jari itu malah merambat masuk, mengelus permukaan vaginanya yg berbulu tipis, kadang clitoris nya tersentuh, carla menjerit kecil, dia ingin agar jari itu mengelus kelentit nya, tapi jari itu dgn nakal nya malah berputar, dan bermain di permukaan, pinggul carla naik, dan turun, bokong sexy nya menggantung meminta utk di remas. Jari itu keluar dr selah G string carla, dan dengan sentakan kasar, putus lah celana dalam itu, carla teriak kecil...
" aahh paakk..berhenttiihh..oohh..suudaaahhh..paakkk..." rintih nya . . .

Carla tak tahan, selagi kewanitaan nya di elus, dada montok nya habis di jilat dan di hisap oleh laki2 misterius itu, ada sesuatu yg besar akan keluar, mulut lelaki itu lalu turun, perlahan dari hisapan di puting, menuju ke perut carla yg ramping, lidah nya berhenti dan memulas pusar bersih nya, carla melenguh menahan geli, dia tahu arah jilatan ini kemana, suami carla selalu hanya sebentar merangsang carla, dan jarang mengoral vaginanya, kini lelaki yg belum dia kenal itu, pasti akan mengoral nya, benar saja, ciuman nya trus turun ke arah vagina nya, karena masih malu dan sedikit ragu, carla merapatkan paha putih nya.

" buka saja nyonyaa... Saya mau melihat lubang nyonya..." bisik laki2 itu sambil membuka kaki carla.
Walo meronta, tp carla kalah tenaga oleh lelaki yg sudah membius nya lewat birahi. Muka carla langsung merah, saat vaginanya di tatap oleh lelaki itu.

" paakk..aahh,..sudaahh...maluu..paakk...oohhgghh... sshhh.paaaaakkk...aahhh.." carla bermaksud menutup vaginanya dr tatapan lelaki itu, tapi malah dgn cepat lelaki itu menjilat vagina carla dgn ganas, klentitnya di jilat, dan lubang vaginanya juga di jilat, carla bagai terbang, lidah lelaki itu masuk ke dalam lubang nya, menggelelitik di dalamnya, bagai berputar dgn cepat, mengorek2 isi nya, carla menjerit nikmat, pinggulnya naik ke atas . . .
" ooh ..ssshhh..yaahhh..paakk..oohhhh..." rintih nya nikmat.
Lelaki itu memainkan clitoris carla dgn lidahnya, lalu menghisap nya, sambil mencolokan jari ke dalam lobang carla... Seketika carla merintih keras, lupa bahwa dia sedang di perkosa, carla menikmati oral dari laki2 itu, tangan nya sudah bebas, malah dia meremas payudara nya sendiri, carla benar2 menikmati jilatan di vagina nya... Belum 5 menit, tubuh sintal carla menegang kencang, rintihan nya berubah menjadi teriakan terputus... Orgasme hebat melanda tubuh nya, carla menggelepar hebat.

" OOGHHH.....paakkk..sshhh..aahhhh" teriaknya, air kenikmatan di kemaluan nya muncrat dgn hebat nya, bahkan selama ini carla tidak pernah tau dia bisa squirt. Carla benar2 mendapatkan orgasme yg super nikmat.
" bagaimana nyonya, nikmat kan... Hmmm..sekarang saya akan memberi yang jauh lebih nikmat." kata laki2 itu sambil berdiri dan membuka celana jeans nya. Tubuh kekar nya terlihat sempurna, dan carla melotot saat melihat penis besar laki2 itu.
" paakk janngann..ampunn..paakk sayaa takutt..." carla ketakutan melihat besar nya penis lelaki itu, tapi dia juga ingin merasakan bagaimana nikmat bila penis itu masuk ke dalam vagina nya, penis itu terlihat lebih besar sedikit dr dildo yg biasa memuaskan nya, begitu gagah dan perkasa.
" ahh tenang nyonya, saya akan pelan2, dan nyonya akan suka..." bisik lelaki itu.
Tubuh carla di dekati oleh nya, lalu dgn perlahan di buka kaki carla yg jenjang, penis besar itu sudah di mulut vagina carla, hanya sedikit rontaan, carla hanya merintih agar tidak di teruskan... Tapi penis besar itu sudah di ujung vaginanya, kepalanya menggesek bibir vaginanya..dan menimbulkan kenikmatan yg luar biasa, bagaimana kalau masuk, pikir carla. Perlahan lelaki itu memasukan penis nya, saat ujung nya masuk, carla merintih, perlahan masuk lagi, lagi dan trus, akhirnya mentok.. Carla hilang suara nya, penis itu begitu nikmat saat menggesek masuk, rasa gatal nya di dinding vagina nya bagai terobati. Penis itu terasa penuh di dalam rahimnya, menusuk masuk ke ujung nya dan carla tersentak hebat kembali, saat penis itu di tarik keluar dan menggesek kembali dinding vaginanya. Kemudian dgn hebatnya penis itu keluar masuk di dalam vagina nya.

" paakk..sshhh..massukk paakk..aahhh..aahh..oohhh.paakk..bessaarrr.." desahnya.

Tubuh sexy nya yg mungil bagai tersentak2 saat tekanan penis itu masuk di dalam vaginanya yg berbulu tipis. Carla menikmati sekali persetubuhan itu, kenikmatan nyata ini yg dia cari, dan kini dia sedang menikmatinya, tak selang lama, carla merasa orgasme nya akan muncul, dan penis itu masih trus menggesek nya dgn hebat, carla sudah tak tahan dgn rasa geli dr gesekan penis itu di dalam vaginanya, dan akhir nya dia kembali menegang.

" paakk..oohhh..sssaayaahh keluaarr..paakk..aahhh..." rintih nya.

Penis itu malah makin cepat keluar masuk di dalam vagina nya, carla menjerit kuat, karena vaginanya makin geli oleh gesekan dari penis besar itu, badan nya berontak melawan geli nya birahi. Kepalanya menggeleng kanan dan kiri, rambutnya tambah berantakan. Penis itu masih saja dgn perkasa keluar masuk di dalam vaginanya. Payudara carla bergoyang naik turun, carla tau, bahwa lelaki ini bakal trus menghajar vagina nya sebelum dia orgasme, tapi gesekan itu membuat dia merasa geli, vagina nya berkedut hebat, klitoris nya trus mengeras, kadang ikut tergesek oleh batang kekar dr penis itu, carla kembali orgasme, badan nya menegang kembali, dan lalu melemas, namun genjotan itu masih berlangsung, carla hanya bisa pasrah, lelaki itu benar2 hebat, dia sudah orgasme berkali2 tapi penis itu bagai masih trus sanggup menyetubuhi nya. Setelah hampir 20 menit, dan carla pun sudah berkali2 orgasme, lelaki itu berbisik.
" nyonyaa..saya mauu keluaarr..oohhh..nikmat sekali nyonyaa...terimaa pejuhh kuuu..." kata lelaki itu..creett..crettt... Dgn keras penis nya menghujam sedalam mungkin, carla kembali orgasme karena sentakan dalam oleh penis itu saat menyembur, carla orgasme lagi dgn hebat. Napas carla bagai orang yang sedang lari maraton, keringat sudah membasahi badan carla yg mulus. Dengan lelah carla tiduran di sofa nya. Lalu lelaki itu berjalan ke arah celana jeans nya, dan mengeluarkan HP nya, dan menelepon seseorang.
" halo .. Ini nyonya.. Ada yang mau bicara.." kata lelaki itu menyerah kan Hp ke carla.
" hah..ssii..siiaaapaah paakk..." kata carla ketakutan.
" sudah terima saja nyonya..tidak usah khawatir" kata lelaki itu.
" hha..hhaalooo..." carla bersuara parau.
" hai beb...pie birthday yahh say...mmuuaahhh...hahaha...surpriseee!" kata suara perempuan di sebrang sana.
" eehh..siisiaappa yahh..haaalooo..." kata carla sambil berpikir...
" sapa coba.." kata suara itu lagi..
"eehh..hmm Lisaa?" kata carla lagi..
" betul sayang..hahaha.. Gimana puas gak? Hahaha, itu hadiah ultah buat kamu yah dari aku.." kata suara yg bernama Lisa.
" hah gila kamu Lis, OMG, kalo suami aku tau bisa runyam..gila ah..." kata Carla
" eits..tenang aja, dah di atur kok sama Ai, you tinggal terima beres..hahaha..puaskan...say, u kan pernah bilang sama Ai, kalo di perkosa kayak nya enak deh, hahaha..inget gak..." kata Lisa
" ah edan, itu kan bercanda..ampun deh . . . Trus ini siapa.." tanya carla.
" nama saya Liban nyonya!" kata lelaki itu sambil membuka topeng hitamnya.
" nah dah kenal kan, tenang aja say, liban itu baik, gua sering jalan sama liban kl gua di jakarta, dan ini adalah kerjaan special buat dia untuk kamu say... Gimana enak kan..." kata lisa.
Setelah itu mereka masih telponan, liban dgn lembut memberikan selimut di tubuh telanjang carla yg sedang telponan dgn Lisa. Carla menyukai perlakuan Liban yg baik dan ternyata mukanya juga ganteng, seperti blasteran bule. Setelah itu Liban mencari kamar mandi, dan dia membersih kan sisa sperma di penis besarnya.

Liban teringat akan permintaan tante Lisa 2 minggu yang lalu, dan hampir 2 minggu juga Liban memperhatikan rumah Carla, dan di mana saja titik CCTV, stlh observasi hampir 2 minggu, Liban menyanggupi special order tersebut. Lisa pun mencari tau kapan suami carla akan keluar negeri, dan ternyata benar saja, bertepatan sekali dgn ultah carla. Dan baru lusa suami carla balik dari Jepang. Liban sudah mendapatkan data lengkap utk order ini, dan sebelum jam 11 malam Liban sudah merapal mantra Sirep Sukma, membuat semua penghuni nya akan menjadi mengantuk, kecuali Carla, karena Liban sengaja tidak mengarahkan kepada Carla.
" jadi nama kamu Liban" kata carla di pintu kamar mandi, sambil mengembalikan HP.
" iya nyonya, saya Liban.." jawab liban.
" hmmm...unik yah nama kamu... Hebat sih kamu, itu nya masih aja berdiri, kata Lisa, kamu adalah kado special buat saya, jadi masih ada beberapa jam lagi sebelum pembantu saya bangun, saya mau lakukan lagi sama kamu . . .dan jangan panggil saya nyonya, panggil carla.. Oohh besar sekali..." kata carla sambil menghampiri Liban, lalu dia jongkok, mengocok batang besar Liban, dan mulai mengoralnya, mulut mungil carla bagai melar di masuki penis besar Liban, tapi carla trus berusaha, Liban menikmati hisapan mulut carla, hanya ujung penis liban saja yg sanggup carla hisap. Liban merasakan rangsangan lagi, penis nya tegak sempurna kembali, hisapan carla cukup membuat dia kembali bernapsu.
" liban, akuh mau lagi...ohh..sekarang puaskan aku lagi...cepat liban..." carla berubah menjadi binal. Ditarik liban ke dalam kamarnya lagi, lalu mereka yg masih dalam keadaan telanjang bulat naik ke atas tempat tidur, dan carla ingin di atas, sambil jongkok carla perlahan memasukan penis besar itu di dalam vagina nya . . . Blesss, masuklah semua.. Carla menjerit, penis itu bagai menjebol vaginanya ke ujung perut nya.

" LIBAANNN...AAHHH..gilaaa..sshhh..besarr sekalii..oohhh.." rintih carla, dia menikmati besar nya penis liban di dalam rahimnya, seperti penuh di dalamnya, belum juga memompa, vagina carla sudah berkedut, dgn perlahan carla menaikan pinggulnya, dan menurunkan lagi pelan2, tidak sampai 2 menit carla kembali orgasme...crett..crettt...carla menyemburkan air kenikmatannya di perut Liban.
" oohh..akuuh keluarr libannn..aahhh..aahhh.." jerit carla. Lalu dengan lemas, dia mau mencabut penis itu dari vagina nya, tapi liban menahan nya, dan dari bawah liban memompa vagina carla dgn cepat, pahanya di tahan, agar tidak lepas, carla menjerit, vagina nya tidak bisa istirahat, sekarang kembali di gesek oleh penis besar itu, orgasme tadi belum juga selesai rasa geli nya, kini malah mendapatkan gesekan lagi. Carla menjerit hebat, mata nya mendelik ke atas, belum pernah badan nya di siksa penuh kenikmatan oleh suami nya, kini Liban memberi kenikmatan itu.

" ooh libaannn..aahh..aahh..nanntiihh..aahhh..oohh..sshh ..aahhh..bisaa keeluaarr laagihh..aahh" desah carla ga jelas.
Lama liban memompa vagina carla dari bawah, dan sudah brp kali orgasme, carla sudah tidak tahu. Kini liban mengganti posisi.
" aku mau dari belakang yah..." kata liban.
" oohh..libannn..pelann yahhh.." carla pasrah.
Setelah carla posisi nungging, liban melihat punggung mulus nya, putih dan bersih, di tambah bokong yg sexy, vagina carla terlihat merah merekah, dan terbuka meminta utk segera di senggama, dengan perlahan liban memasukan penis besar nya, lalu mulai menggenjot carla. Sodokan liban dari belakang, membuat carla lebih merasakan besar nya penis liban, ujung penis liban bagai menggaruk2 dinding atas vaginanya, carla kembali merintih, dia meraung raung keras.
" aahh libann..oohh..oohh...sshhh..lihhbaannn..ssshh.." desah nya keras, suaranya memenuhi kamar besar nya, AC dingin dalam kamar tetap membuat carla berkeringat, bercucuran jatuh dari tubuh mulusnya. Tangan liban memegang bokong carla, dan trus menggenjot nya, carla sudah tak kuasa menahan gempuran liban, badan nya melemas, sudah berkali2 orgasme yg dirasakan carla. Tapi Liban masih saja dengan perkasa menghujam vaginanya. Dan akhirnya setelah hampir 45 menit liban mulai merasakan orgasme nya akan datang, sebenarnya bisa saja dia menahan, tp karena kondisi, akhirnya liban kembali melepas benih nya di dalam vagina carla...creett..crettt..liban menikmati orgasme nya di dalam vagina carla.



Carla langsung jatuh tertidur, wajah cantik nya begitu terlihat puas, carla tersenyum dalam lelap. Tubuh telanjang nya di selimutkan oleh Liban, dan di kecup kening carla. Liban membereskan sisa2 perkosaan nya, lalu dia pergi dari rumah mewah itu dgn santai, setelah diluar, Liban melepas rapalan batal mantera nya. Liban pergi dgn motor matic nya yg dia sembunyikan.
END #2

Petualangan Liban - Babu


" nama ku Liban! " kata gua memperkenalkan diri.
" rani, makasih yah mas Liban, dah bantuin aku tadi. " kata cewe yg bernama Rani ini.
" kalau sampai hilang, bisa marah nyonya ku." kata Rani sambil senyum genit.
" ah kan sudah tugas ku mbak sebagai satpam komplek, lagian kok bisa2 nya itu jambret masuk ke dalam wilayah saya! Kalau mbak ga narik saya tadi sudah habis saya hajar, jadi kabur deh tuh bangsat!" jawab Liban sang Satpam komplek.

" ya sudah sini saya temani, naik motor saya aja mbak, di blok mana sih..." kata Liban lagi.
" eh boleh deh mas Liban, ga repotin kan, lurus aja mas, nanti di perempatan besar baru ke kiri..." jawab Rani sambil naik ke motor matic liban.

Sepanjang jalan rani seperti menempelkan badan montok nya ke punggung Liban, rani memang terkenal sebagai babu genit di dalam Blok nya, tapi hanya sebatas genit, belum ada supir, kuli atawa jongos bahkan sekurity spt Liban yg sudah berhasil menggaet nya. Liban adalah kepala sekurity komplek, bertugas menjaga keamanan sepanjang jalan besar komplek yg tidak terlalu besar ini, tapi penghuni nya adalah kaum elite kelas atas ibukota!

Liban seorang pemuda berbadan tegap, tinggi dan macho! Liban sebenarnya mantan tentara, tapi karena menghajar seorang anak Kolonel, yang kalah bermain biliard dan tidak mau bayar uang taruhan, Liban emosi, dan menghajar badan anak itu dengan menggunakan semua stick billiard yang ada, sampai semua patah! Besok nya malah Liban yang habis di hajar di komando, dan masuk ke dalam buih selama hampir 3 bulan! Seandai nya atasan Liban tidak membantu, pasti Liban masih di dalam penjara, dan hampir setiap hari habis di pukuli! Setelah keluar penjara Liban di berikan pekerjaan oleh mantan komandan nya, Liban di titipkan ke seorang yang sangat kaya, dan Liban di angkat menjadi komandan sekurity di komplek elite tersebut! Kebetulan boss nya punya saham di perumahan itu. Liban adalah seorang anak sebatang kara! Ayah nya konon seorang tentara Amerika yg desersi, lalu berhasil kabur ke Indonesia, lalu menikah dgn ibu Liban yg berdarah Sunda. Nama Liban di ambil dari kata Lebanon! Ga heran liban berperawakan tegap dan berwajah ganteng! Tapi ekonomi keluarga Liban yg kurang baik! Ibunya masih ada dan tinggal di sebuah desa kecil di Ciwidey, Liban merantau ke ibukota utk menjadi tentara, tapi gagal karena kesalahan nya sendiri! Ayah Liban sudah lama meninggal, saat Liban berusia belasan tahun, skrg Liban ber umur 22 tahun, menjelma menjadi pemuda yg ganteng, di balik seragam sekurity nya Liban gagah sekali!

Wajar Rani babu ganjen jatuh hati dgn ketampanan pemuda yg baru menolongnya. Tapi liban belum menanggapi dengan serius, Liban memang termasuk penjahat kelamin, dan sering menjual jasa utk tante2 yg haus akan sex! Di tambah dgn ilmu sirep yang di berikan oleh tetangga di desa nya yg termasuk jawara di kampung Liban, sahabat ayah nya. Yang mengajar silat dan berbagai ilmu kebatinan untuk Liban. Dalam boncengan motor nya rani sengaja menempel kan senjata andalan nya, yaitu tete nya yg lumayan besar, Liban tau sedang di goda, dan membiarkan gundukan daging itu menempel di punggung kekar nya. Malah liban dengan iseng membaca mantra birahi utk menggoda Rani.

" mas, kok pelan sih motor nya...ssshh akuh mo pipiss masss...." kata rani tiba2, dia kaget, karena tiba2 di kewanitaanya seperti ada yg menggelitik, seperti ada sesuatu yg mengelus, seketika menjadi basah. Rani memang berjauhan dari suaminya, rani termasuk wanita gatelan, di kamarnya selalu ada timun segar atau terong, utk digunakan menggaruk liang memeknya! Tapi rani termasuk babu yg tidak gampangan, belum pernah ada yg berhasil membawa rani ke tempat tidur. Malah rani yg berhasil minta di beliin pulsa, atao sekedar jajan bakso. Tapi saat ini, pesona Liban membuat dia takluk, di tambah rangsangan tiba2, membuat rani menjadi agresip, tangan nya memeluk pinggang liban yg ramping, dan merambat ke perut sixpacknya! Tangan satu nya menahan kresek belanjaan.

" ini dah belok kiri, rumah nya di mana mbak..." kata liban tiba2 mengerem motornya sehingga toket rani menekan lebih keras ke punggungnya.
" ouw mass..aahh...kok rem tiba2 sih...aduh..." kata rani genit.
" hehehe, abis tuh tete di tempelin di punggung saya terus sih... Bikin gemes aja..." kata Liban cuek.
"iihhh apaan sih...genit ih mas..jorookkk.." kata rani dgn bibir di cemberutin, " udah mas..ini umah'e..." lanjut rani lagi.

Liban berhenti di depan rumah yg cukup besar, lalu rani turun, dan menawarkan minum untuk Liban.
" mas mau mampir ga...aku bikinin kopi..." kata rani genit.
" ah ga enak, nanti majikan mu tau, malah marah lagi...nanti2 aja..." jawab liban
" ga ada kok, sore baru pulang, lagi jemput non sekolah, nyonya ku, tuan sih ke kantor, paling cuma pembantu yang lain, mereka sih takut sama aku.." kata Rani menunjukan kuasa nya. Siang itu rani memakai kaos ketat, bergaris2, di padu dgn jeans ketat yg bolong2, rambut nya yg agak keriting di ikat, mukanya juga di hiasi make up tipis, dan lipstick merah.

" ah boleh juga nih babu, dah lama ga ngewe ama yg beginian gua.." pikir Liban. Terakhir dia ML itu malam minggu kemarin, Liban di booking oleh seorang tante dari Semarang, tante yg berusia 35 tahun, masih memiliki body sintal, walo payudara nya tidak terlalu besar, tapi masih berlibido tinggi, Liban menggenjot hampir semalaman, tante Lisa tepar penuh kenikmatan setelah orgasme nya tidak terhitung. Walaupun bayaran dari menjadi gigolo lumayan Liban tetap menjadi sekurity, memang Liban senang menjadi sekurity, sayang cita2 nya menjadi tentara kandas!

Liban memasuki perkarangan rumah mewah itu, memarkirkan motor nya dan masuk lewat pintu belakang, dan ternyata rumah tersebut dalam nya luas, ruangan utk pembantu, di pisah, sehingga pembantu tidak bisa masuk ke dalam ruang utama apa bila majikan tidak di tempat, tapi fasilitas utk para pembantu dan supir termasuk lengkap, dari kulkas, kompor, dan TV plasma ukuran 33" ada. Liban sudah biasa memasuki rumah mewah, jadi dia sudah terbiasa dgn situasi seperti ini, Rani memiliki kamar sendiri, dan WC sendiri, pembantu lain nya tidur bersamaan di dalam kamar yg cukup besar. Di sana masih ada 3 orang pembantu perempuan lagi. Dan masih cenderung muda. Pantas saja Rani berkuasa.

" ini belanjaan pesanan nyonya, taruh dulu di kulkas sini, nanti kalo nyonya pulang masukin di kulkas depan yah... Kalian jangan keluar rumah, aku lagi ada tamu." kata rani dgn gaya bos.

" mas masuk aja ke kamar itu mas...aku mau ambil minum dulu yahhh...." kata nya genit


Liban masuk ke dalam kamar Rani, tanpa menutup pintu, dan duduk di pinggir kasur, utk kamar babu sih mayan gede juga, dan cukup nyaman, dan ga lama Rani masuk membawa kopi kaleng dingin.


" ini mas, enak dingin yah..aduh aku ke WC dulu yah mas..kebelet...sihhh..sshhh.." katanya genit, selagi rani keluar, Liban kembali merapal mantra birahi, dan rani kembali gelisah, dan tiba2 saja badan nya panas, dan memeknya menjadi gatal. Rani cepat2 menuju kamar mandi yg dekat dgn kamarnya, lalu membuka celana panjang nya, lalu di gantung, dan mencoba pipis... Rani merasakan itilnya mengeras, dan tete nya juga mengeras, pentilnya seperti ada rasa geli yg merayap di permukaanya, saat kencing nya berhenti rani menyiram air dan membersihkan dgn jari, dan ternyata sentuhan jari nya sendiri, membuat dia menjadi tambah horni!
" aduh, aku kenapa yah..sshhh..oohhh..aahhh..enak..sshhhh.." kata rani sambil mengocok itil nya sendiri. Lalu tiba2, TOK2!
" mbak aku jaga lagi yah.." kata Liban di luar kamar mandi.
"eh sebentar mas...oohh...sshhh..iyahhh" kata rani gelagapan.
Rani keluar dgn muka merah, menahan napsu, kepalanya sudah tidak bisa lagi waras, dan yg lebih gila lagi dia lupa memakai kembali celana kembali...
" mas, jgn balik dulu, sini mas..." kata rani.
" loh mbak kok cuma pake cawet aja " kata Liban.
"halah, wah, aku lupa, hayo cepat masuk mas...biyung..." kata rani nyadar kalo lupa pakai celana, pembantu yg lain karena takut sama rani, mereka pura2 tidak melihat, sambil menahan ketawa! Rani cepat2 menarik liban masuk ke kamarnya lagi.
" napa sih mbak, saya kan harus jaga lagi . . . Kopi nya saya dah minum..." kata liban dingin.
" mas..ini loh, aduh piye iki, mas liban... Aduh..saya di bantu lagi mas..sshhh..." kata rani dgn muka gelisah, dia menggoyangkan kaki nya seperti orang kebelet kencing, sambil memegang tangan kekar liban.
" bantu apa sih mbak... Kan saya sudah antar mbak..." jawab liban singkat, liban tau, ini waktunya bermain dgn rani, perempuan ini sudah dalam genggam nya, dan ini hanya tarik ulur supaya rani makin horni!
" ini loh mas..akuuh..kok jadi pingin..ituh..sshh..aduh isin aku..." kata rani kebingungan, dan rasa rangsangan itu makin kuat, sekarang malah merambat di dalam lubang memek nya, daging dalam nya seperti ada jutaan semut, yg menggelitik geli, rani makin becek... Badannya di tempelkan ke badan liban yg kekar dan tinggi... Rani mau, tapi takut, masih ada perasaan gengsi, dari dalam hatinya, tp lebih dari sebagian sudah sangat menginginkan Liban.
Liban tau, dan secara iseng malah meremas susu Rani yg bergoyang goyang...
" tete nya gede sih mbak..." kata liban sambil meremas.
" aahh mas...aduh..kurang ajar yah...oohhh.." kata rani masih pura2, tapi malah badan nya makin merapat ke badan liban.
" jangan ah mas..aku punyahhh..oohh..suahmiihh..." kata rani lagi, tangan liban masih meremas, tatap matanya bagai menusuk, lirih rani protes, malah badan nya makin menikmati remasan liban.
" enak yah mbak, suaminya, pasti sering nete yah mbak..duh masih kenceng nih...." kata liban sambil remas2 tete rani. Rani memegang tangan liban, tapi hanya memegang bukan melarang.
" eh apa sih mas..ngawur sih..sshhh wes toh mas...nanti di intip.." kata rani melarang, tapi malah menikmati...
" alah apaan sih mbak... Udah diem aja..nihh..enak gakk..." kata liban semakin berani, skrg tangan malah menggosok memek rani yg masih tertutup celana dalam nya.
"oohh mass...iihhh...kok mass..aahhh...ojooh mass..akuhh ndakk taahhaaann..." rintih Rani.
Liban yg sudah sering menghadapi keadaan seperti ini segera mengerti, buat dia ini cuma selingan di siang hari, biasa nya tante highclass yg dia garap, ato mahasiswi, tp memang rani mempunyai perawakan yg cukup menarik, apa lagi liban bisa membuat harga dirinya naik di antara para laki2 yg mendekati rani di komplek. Dan memang semua tahu liban, dan rata2 yang sudah kenal, jelas tidak akan berani melawan Liban!
2. -
Liban segera menutup mulut rani dgn mulutnya, kaos ketat rani di robek dgn kasar oleh liban, sehingga langsung terbuka lah badan marni yg montok. BREEETTT!
" aahh masss...ohhh..di sooeekk siih mass..." kata rani... Tete besar nya segera terlihat, gunung kembar itu masih di bungkus BH hitam, belahan nya terlihat terjepit, dan dgn sentakan lagi Liban menarik tali BH rani hingga lepas... Skrg payudara rani bebas dari penahan nya. Dengan tenaga yg besar liban menggendong rani, menyelipkan telapak tangan nya di ketiak rani, lalu mengangkat badan nya dan di taruh di meja dekat pintu, meja kecil, tapi pas menahan pantat rani, liban dgn buas nya menjilati toket rani, kulit rani agak hitam, jadi pentilnya pun berwarna coklat tua, tapi bentuk tete rani cukup bagus, bulat dan masih kencang, karena rani blm pernah menyusui dan melahirkan, rani meronta kaget karena serangan liban yg cepat dan bertubi2, badan nya sudah hampir telanjang, dan kini tete kebanggaan nya sedang di jilat oleh liban, sekurity komplek yg baru dia kenal, jilatan liban sungguh liar, cupangan langsung memenuhi bulatan tete rani, jika saja kulit nya putih, yakin bekas gigitan liban tercetak jelas memerah! Rani meronta, tapi rangsangan juga sudah telanjur membius nya, liban sengaja memainkan perasaan rani, dengan ganas Liban menyerang rani, meraba dan meremas semua badan rani, rani pun merasa basah di dalam kewanitaan nya, sudah sedari tadi rangsangan aneh muncul tiba2, birahi nya melegak tak terkontrol, tp masih ada sedikit akal sehat berkecamuk utk menolak, jilatan liban menambah birahi rani yg bergejolak. Rani sadar bahwa dia sedang berselingkuh, runtuh sudah tembok kesombongan nya, kini dia dengan mudah di telanjangi oleh laki2 yg baru dia kenal, walaupun sering melihat. Pentil nya di kenyot oleh liban, daging tete nya di remas dgn kasar, liban memain kan jari nya di celana dalam rani, terasa betul celana itu sudah membasah. Rani merontah walaupun lemah. Ledakan birahi nya membuat akhirnya menikmati permainan kasar liban! Dalam hati liban mulai bersorak, karena rani mulai takluk, ditarik nya lagi dengan kasar celana dalam rani, hingga robek di bagian depan... Breett-
" aahh mass.. Ojo kasarr..aahhhh...massss..kerrii..oohhh..hmmmm" sesaat rani mau protes, liban memainkan itilnya, rani melayang di sentuh bagian sensitif nya, birahinya yg sudah memuncak, makin tinggi rasanya. Jari liban makin cepat menggosok itil rani.
" enak ga mbakk..hmmm.... Enakk kaannn....hhhaahhh..." tanya liban.
Rani tidak bisa menjawab, sudah lama dia tidak di sentuh laki2, dan sekarang badan nya sudah bugil di hadapan liban sang satpam komplek! Belum juga 5 menit liban memainkan itil rani, badan rani langsung menegang, orgasme sudah menghajar nya, rani teriak lirih.
" aaghhh masss...oohhh sudaaahhh...aaahhh..aahhhh..." desah rani kencang.
Liban segera menghentikan kocokannya, lalu dia membuka celana birunya, dan langsung jatuh melorot, kontol liban yg belum sepenuh nya berdiri terlihat gemuk, besar dan panjang, rani merinding melihat penis yg begitu besar.
"mmaaasss..besarr tennaannn..oohhh.." kata rani ketakutan...
" sini mbak..hisap..." kata liban menarik badan rani dari atas meja... Sehingga rani terjatuh dan berlutut di depan kontol liban yg besar.
Rani bingung, bukan tidak pernah menghisap penis, cuma kali ini batang liban begitu besar dan berurat, jauh lbh besar dari ukuran suaminya, pelan rani menjilat ujung nya dahulu, lalu perlahan palkon nya dia hisap, mulut rani terasa penuh, dan tiba2 di dalam mulut nya terasa membesar, yah kontol liban mendapat rangsangan jadi membesar, rani tersedak.
"oohhoogg..huk..ohookk..masss...akuh ga bisa.. Gedi men toh masss..." kata rani sambil batuk2.
" aahhh..ujung nya aja mbak..ayooo..." kata liban sambil memegang kontolnyan dan mengarahkan ke mulut rani. Akhirnya dgn terpaksa, mulai di hisap kontol liban yg besar itu, mulut rani melemot pelan2, palkonnya di hisap2 ujung nya, dan akhirnya seluruh palkon nya bisa masuk ke dalam mulut rani..
" ahh mbak..enak...hisap yg kuat...aahhh..pintar mbak..sshh..iyahhh..aahhh.." kata liban menikmat emutan mulut rani di kontol besar nya, selama ini belum ada wanita yg berhasil memasukan 1/2 batang, 1/4 saja sudah batuk2... Geli terasa oleh liban, dan makin lama lemotan rani membuat liban makin terangsang, apalagi dia tadi saat menggosok itil rani terasa, jembut rani yg tipis, dan daging memek yg cukup tebal, liban yakin rani lubang nya juga masih agak kecil, akrena belum pernah melahir kan... Sesudah liban merasa cukup, langsung liban menyuruh rani berdiri.
3.
4. -
" mbak..sudah..aku masukin aja sini..bangunn" kata liban sambil mengangkat badan rani supaya berdiri. Dan langsung mengangkat kaki kiri rani dan siap memasukan kontol besar nya ke dalam memek rani..
" mass..pelaan pellaaannnn!AAGHHH...AAGHHH..AAGHHH..masss rroobeekkk..oohhh " rani berteriak, liban dengan sekali sentak langsung memasukan kontol besar kedalam memek nya dengan cepat, rani melotot merasakan memeknya penuh oleh kontol liban, kaget dgn sentakan liban, terasa seperti menembus kedalam perutnya, rahimnya seperti penuh oleh kontol besar liban, belum lagi rani mengambil napas, liban langsung mengocok kontol nya dgn memek rani, sentakan2 demi sentakan langsung di terima rani dgn cepat... Napas nya seperti tercekik, blm pernah dia merasakan gesekan kontol yg begitu kasar, memek rani bagai di desak oleh benda tumpul yg besar, ini lebih besar drpd terong yg selama ini dia pakai utk onani.
" mass...besar bgt sihh oohh..mass..aahhh...sshhh.." desah rani dalam goyangan liban.
Rani ga tahan oleh sentakan kontol liban, memeknya gatal nya bagai di garuk oleh kontol liban yg besar, dan akhirnya rani orgasme lagi...
" mas..aahhh..aahh..akuhh keluaarr lagi mass..aahhh..sudaah mass..sebenntaarr aahhh..." rani meminta liban utk berhenti sebentar, tapi yg ada liban malah menaikan tempo goyangan nya lagi, fisik liban begitu sempurna, badan kekar nya bagai mencekram tubuh rani yg di entot nya sambil berdiri, rani badan nya bergoyang di hantam gempuran liban, tete nya bergoyangan dgn kencang, pinggulnya keras di hantam pinggul liban, rasa ngilu di dalam memek nya berubah menjadi geli lagi, kontol liban dgn perkasa nya keluar masuk di dalam memek rani yg cukup sempit.
" bentar mbaakk..aahh enak juga memek kamu mbak..sshhh...' kata liban sambil menggempur rani.
Rani benar2 pasrah, kontol liban memang nikmat, apalagi rani sudah lama tidak ML, dan sekarang memeknya habis di rojok kontol liban.
" edan mass..oohhh...aahhh..akuhh..meh..metuh maningg mass...wess tohhh.aahhh" rani merintih...dengkul nya terasa lemas, dan rahimnya terasa ngilu dan geli bercampur. Dan akhirnya rani kembali orgasme. Dan liban masih saja seperti jauh dr orgasme, goyangan nya seperti tidak pernah kendur, trus menghujam... Dan tiba2 liban ke ingat, ini bukan hotel, ini rumah salah satu penghuni komplek..
" mbak, jam brapa nyonya mu pulang...hah..." kata liban sambil memompa memek rani.
"oohhh..pahliinngg...seetengaahh ..aahhh..aahh..massss...jaammm..aahhh..dduuh mass..lemess akuhh" kata rani menahan hujaman kontol liban.
5. -
" mbak badan nya di putar ...sshhh..." kata liban, sambil mencabut kontolnya dan memutar badan rani...dan membuat rani menungging, pantat semok rani terlihat, dgn sunhole yg hitam..liban memukul keras buah pantat rani..PLAAKK!
" ooww mass..periihh..aaaaaaaahhhhhh..mmassss..wess toohhh..biyunnggg..." rani mau protes pantat nya di geplak liban, tp malah liban langsung menghajar memek rani lagi lewat belakang.
Memek rani terasa lebih sempit saat di hujam dr belakang, kontol besar liban seperti hampir masuk semua, rani menahan badan telanjang nya di meja kecil tadi, yg menghantam tembok tiap kali liban menyodok kontolnya, dok..dok..dok..terdengar sampai keluar kamar, semua pembantu di luar tahu apa yg mereka lakukan di dalam kamar. Tapi karena mereka takut sama rani jadi mereka hanya mengintip dr jendela kamar rani, mereka melihat badan telanjang rani, dan kontol besar lipan, keluar masuk di dlam memek rani, rani seperti menikmati dan mengerang2 nikmat. Sudah hampir 1/2 jam dr awal tadi, liban menghajar memek rani, kali ini rani benar2 habis di kerjain, rani sudah tidak menghitung orgasme nya, lemas sekali kakinya, apalagi skrg, liban menghajar rani dr belakang, baru berapa kali sodokan, rani kembali keluar, geli sekali rasanya sodokan kontol liban yg besar ini, orgasem nya menyerang lagi, energi rani bagai habis. Dan dia berharap liban segera orgasme... Liban meremas tete nya yg bergantung dr belakang, sambil trus menyodok2 kontol nya, liban menikmati sekali badan babu ini, sudah lama liban tidak ML dgn kelas babu, buat liban babu itu nikmat, karena mereka biasa nya tidak terlalu tau banyak soal seks, apalagi yg masih baru dr kampung. Tapi kadang babu juga suka membuat liban kaget, ada juga yg hyper, dan tau banyak soal gaya seks. Dan rani termasuk yg kurang tau banyak, hanya genit, dan mata duitan, kali ini rani kena batunya.

" mbaakkk..akuh mau keluarr..di dalaam yahhh...oohhh..enakk bangett..siihh.." kata liban makin kencang goyangan nya..
" masss..ooohhoohh....ojoohh di daalleemmm...AAGHHHH..." rani melarang liban utk ngecret di dalam, tp yg ada liban tiba2 menekan kontolnya dalam2 dan keluar peju yg banyak sekali...
"mmbaakkkk...ambbill ppejuhh kuuhh..aahhhh...aahhh.." kata liban menikmati orgasme nya...
Setelah bbrp saat liban menarik kontol nya dari memek rani, lalu dgn robekan celana dalam rani, liban me lap kontolnya dari sisa pejuh nya... Rani masih dalam posisi nungging di meja kecil. Liban memakai celana biru nya kembali, dan merapikan bajunya, sisiran, lalu mengambil robekan kaos rani dan melap keringet nya. Sebelum keluar kamar liban kembali memukul pantat rani..PLAKK!
" makasih yah mbak...lain kali lagi yah...enak banget memek mu" kata liban sembari memukul pantat rani, dan meremas tete nya
" mas..kalu aku hamil piyeee..kok di keluarin di dalam siihh..." kata rani sambil nahan tangis...
" tenang aja, ada suami mu kan...hahaha, nanti aku yg bilang..pokoke mbak tenang aja..hahaha..." kata liban cuek.
Lalu liban keluar kamar dengan tenang, dan melihat ke arah 3 pembantu yg senyum2 ke arah liban...
" napa neng..mau juga?" kata liban ke arah mereka...
" paakk..oohhh..sssaayaahh keluaarr..paakk..aahhh..." rintih nya.
" iihh atuuttt..aahh..hihihi.." kata yg agak besar dgn centil
" ga ahhh..ke gedeaan siih masss..iihhh" jawab yg satu lagi, dan yg babu satu lagi cuma cengengesan genit...
" ah bertiga aja sekalian... Abang kuat kok..hayooo.." kata liban mendekati mereka...
Langsung mereka kabur dgn cekikikan centil...
" sialan pada ngintip rupanya mereka tadi..hahaha... Dasar babu gatal..awas, nanti mereka bertiga kuentot semuanya.." kata liban dalam hati.
Liban keluar dr rumah mewah tersebut, dan dgn motor maticnya liban menuju post nya...
" eh kang liban..darimana kang.." tanya anak buah nya...
" abis ngentotin babu pri..hahaha.." kata liban cuek.
" buset, ga ngajak2...hahaha.." kata jupri teman liban.
Ini salah satu kisah liban, masih ada lagi kisah lain nya nanti di cerita yang berbeda. Tunggu aja... Kisah Liban lainnya...
6. -
END #1

Masa SMA Part 2

Seminggu berlalu menjalani hubungan dengan Nana tanpa sepengetahuan Ara,, dan aku lebih suka curi-curi kesempatan untuk melakukan oral dengan Nana di sekolah, aku ingat saat itu aku bener-bener di bikin was-was ketika aku hendak pulang bareng dengan Ara’ dan setiba di tempat parkiran sekolah kulihat dari kejauhan Nana datang, karna Nana masih kena giliran masuk siang karena beberapa kelas sedang di renovasi termasuk kelasnya Nana.. Dug..dug..dug tiba-tiba jantungku berdegup kencang melihat Nana yang hendak masuk untuk memarkirkan kendarannya.. tetapi masih menunggu antrian masuk karena banyak kendaraan murid-murid yang sedang keluar dan pulang sekolah.. ‘mati akuu’ kataku dalam hati,, Ara sayang kamu bisa gak pulang duluan sendiri? Aku lupa ada janji dengan guru BK, masalah apa kak?? ‘itu loh yang tempo hari aku gak masuk sekolah karena sakit dan tanpa kabar jadi pak guru BK ingin menemuiku (berusaha ngeles)” Ara nemenin yah kak.., gak gak usah gpp kok, takutnya kelamaan soalnya beliau sedang menungguku di dalam.. beneran kok gpp, lalu ku cium keningnya Ara dan ku bergegas pergi meninggalkannya.

Selamat siang Nana sayang ku cium keningnya di depan kelasnya, kakak tunggu Nana di kelas kakak yah sepi kok sayang sudah pada pulang semua kataku,, iiihh… sayang ini mau ngapain?? Sahutnya’ ..Sudah pokoknya kakak tunggu , kebetulan kelas III dan kelas I jaraknya lumayan jauh bahkan kelasku berada di paling ujung jauh dari ruang guru..

Kak dhandy.. kak dhandy... ku dengar suara Nana memanggilku dari luar kelas, ku raih tangannya dan ku tarik masuk ke dalam kelas seketika itu aku langsung mencium dan melumat bibirnya yang imut dan sedikit tebal itu warnanya merah di baluti sedikit lip gloss membuat aku semakin bernafsu, terus kucium dan tanganku meremas bokongnya dengan ke dua tanganku, Oouuuuh kak… hanya itu yg keluar dari mulutnya… ku buka kancing bajunya dan segera ku angkat Bra-Nya tanpa melepaskannya lalu dengan penuh nafsu aku meremas ke dua bukit kembarnya serta ku mainkan lidahku di putingnya.. Oouhh.. Oughh… desahannya semakin menjadi-jadi dan Nafasnya semakin memburu sambil mengacak-acak rambutku..

Ku suruh dia duduk jongkok dan kubuka celana dan CD ku namun hanya kuturunkan sebatas paha, dia ngerti apa yang harus dilakukannya, dan seketika bibirnya mulai menyentuh Otongku dan melumatnya, woghh.. nikmat sekali sepertinya dia sudah banyak belajar selama ini, sesekali lidahnya menjilati ujung batangku hingga ke pangkalnya.. tanganku memegang kepalanya sambil sedikit menjambak rambutnya agar ku bisa menikmati fantasinya… gilaa merem melek aku dibuatnya…

Kuangkat badannya untuk berdiri dan menyuruhnya untuk membelakangiku sedikit nungging ke depan sambil memegang meja di depannya, kuangkat rok pendek SMA nya lalu ku turunkan CD nya yang berwarna Putih bercorak pink itu, lalu ku arahkan batang kemaluanku kearah vaginanya yang sudah cukup basah akibat rangsangan tadi..

“BLeesttz.. Awww.. rintihnya saat batang kemaluanku yang besar memasuki liang senggamanya, secara perlahan ku masukan karena masih terasa sempit seperti di pijet-pijet batang kemaluanku, Ooohh Nana sayang enak sekali.. ini kali petamaku melakukan hubungan intim dengan Nana, selama ini kami hanya sebatas ciuman dan dan petting saja tidak lebih.. jadi terasa banget sempitnya.. Oough.. Aahhhh.. desahannya membuat ku semakin horny, untung jarak kelas kami jauh jadi tidak kedengeran kalau dia mendesah.. 10 menit berlalu dan masih dalam posisi itu, karna emang itu posisi yang paling aku suka, kuangkat badannya sambil kuremas kedua bukit kembarnya serta ciuman lembutku di bagian belakang lehernya semakin dia meracau tidak karuan… ooHhh kak.. aku mauu… Oooooohhhh… desahaan panjang serta nafasnya yang tidak beraturan OoOuh. Oouuh… kemudian badannya gemetar hampir jatuh, kutahan badannya agar tidak jatuh dan kurasakan benar batang kemaluanku bener-bener di jepit, vaginanya berdenyut-denyut.. aah enak sekali pijatan vaginanya sengaja ku diamkan sebentar..

TeeeeeeeT…. Teeeeet…. Bel sekolah berbuyi menandakan akan di mulainya pelajaran untuk siswa kelas I yang masuk siang, sayang aku masuk dlu bel sudah bunyi itu.. kata Nana, pliss sebentar sayang tanggung aku belum keluar, segera kuangkat badannya untuk duduk di atas meja sambil ku buka lebar-lebar pahanya yang mulus itu, Sleeep…,Blesssst… kemaluanku pun masuk diiringi desahannya Aawwh.. sayang.. walaupun vaginanya basah oleh cairan orgasmenya tadi tetapi tetap saja masih terasa sempit.. 5 menit berlalu dengan posisi seperti itu, ku rasakan ada sesuatu yang akan meledak dari batang kemaluanku.. dan semakin ku percepat genjotan ku.. Pas aku sudah hampir sampai di ujung klimax, ku tarik Nana turun dari meja untuk posisi jongkok, maksudku ingin memuntahkan cairan sperma ku ke dalam mulutnya tetapi telat.. CroooOttzzz…CrooooOtzz… Crooootzz.. spermaku Muncrat sangat banyak di wajah cantiknya.. Ouuhh… nikmat sekali kurasaaakan saat itu.. “Sayaaang apa’an sih muncratin ke muka aku kotor nih” dengan nada sedikit kesal dia mengambil tissue yang berada di saku bajunya, wanita memang tidak jauh dari tissue. Haha.. ketika dia selesai merapikan kembali bajunya kemudian Nana berlari ke belakang kelas 3 IPS II di deket kantin untuk mencuci mukanya ‘untungnya sepi.. di kejauhan aku berteriak kepadanya “NANA I LOVE YOU” tanpa menoleh dia terus berlari memasuki kelasnya, jam menunjukkan pukul 13:10 WITA ‘kasian dia telat 10 menit.. Hufffhttt… dengan lega aku menarik nafas sambil membayangkan banyaknya cairan spermaku di wajahnya, benar-benar cantik dia kala itu di tambah ekspresi yang lucu.. Iam Happy Today ^_^